Monday, July 1, 2013

#17 "Kreatif atau Mati"


Jadi, apa itu kreatif?

Menurut kamus besar bahasa google, Kreatif = Daya Cipta, kemampuan memunculkan gagasan / konsep baru, atau kemampuan menghubungkan antara gagasan dan konsep yang sudah ada (alias modifikasi konsep lama).

Karena kreatif itu bukan bawaan lahir atau titisan untuk beberapa orang saja, Akademi Berbagi Bali ingin Memperkenalkan Guru Kelas ke - #17 yang suka Lirak Lirik, Mudah Terangsang dan Tidak Pernah Puas!. 3 'formula' yang Hengki Setiawan sering ucapkan dalam setiap kesempatan. Creativity Booster & Marketing Consultant Creathinx Australia ini akan berbagi detail formulanya kepada kalian secara GRATIS!
 
Penulis buku "Inspirito: Cara Indah Merangsang Kreatifitas" yang mendapat testimoni positif dari Owner Joger, Butet Kartaredjasa, Trisha Henderson, dll ini adalah arek suroboyo yang begitu mengagumi Bali yang menurutnya memang tidak ada habisnya. "...Dan bisa dikatakan, selain Pulau Dewata, Bali itu Pulau Kreatif. Selalu saja ada hal baru." Hengki memiliki pengalaman speakers & trainer on marketing, branding, ads, kolumnis dan kontributor kreatif di beberapa media nasional.

Jadi, apa itu kreatif? dan mengapa menjadi tidak kreatif itu berbahaya? Cari tahu dan jangan sok tahu untuk jadi lebih tahu dengan hadir di Kelas#17 "Kreatif Atau Mati!" w/ Hengki Setiawan. Monday, 15/7 19pm.

Mari kenali Hengki Setiawan lebih dekat via
Blog: http://hengki-setiawan.blogspot.com/
Twitter: @hengkisetiawan
Linked-In: http://au.linkedin.com/pub/hengki-setiawan/3a/86a/209
Google it: Hengki Setiawan

Presentasi: Intrik dan Pengalaman


Kelas ke-16 Akber Bali dimulai sekitar 20menit dari yang dijadwalkan pukul 17:00 wita. Bertempat di Kedai Kopi Kultur, Jl. Sunset Road 112X dengan mengambil tema "Public Speaking", kelas-16 kali ini menjadi spesial. Kenapa? Gurunya Bali, tulen. Namanya I Made Andi Arsana. 

"Nama saya jika disebut dalam bahasa Inggris, sering membuat orang mengerutkan dahi," jelasnya memulai membuka kelas. "Make-Made," candanya membuat para peserta tersenyum simpul. 

Pemiliki akun @madeandi yang sedang melakukan perjalanan ke Sydney, menyempatkan diri untuk berbagi bersama Akberians di Bali. Tercatat sebagai seorang dosen di UGM, dikenal sebagai penulis, dan seorang ahli Batas Maritim. 

"Saya tidak belajar khusus tentang Public Speaking, tapi saya mengalami," imbuhnya. Pengalamannya berbicara di forum-forum internasional membuat Ia, belajar secara langsung bagaimana berbicara di depan publik yang menarik.

"Tampilah sebaik mungkin. Dan jika merasa grogi ketika akan persentasi itu wajar," jelas I Made Andi Arsana. Peserta menyimak serius, ruangan hening. Dan Bli Made terbukti pandai mengolah suasana. "Selama di pesawat saya berlatih untuk bicara di depan anda. Apa yang saya bicarakan sekarang, sudah saya plot di kepala saya. Saya berlatih," paparnya dengan ekspresi yang menggambarkan bagaimana ia berlatih. 

"I'm not perfect but I'm trying my best." #
Larry King 

Saturday, June 22, 2013

Dari Kelas #15; Step to Making A Film

Kelas  #15 Akademi Berbagi Bali berlangsung di Hubud, Jalan Monkey Forest pada Minggu (16/06/2013) dengan mengangkat tema Step to Making A Film. Kelas kali ini seperti kelas sebelumnya yang diisi materinya oleh dua orang, yaitu Rio Simatupang (@lampurio) dan Niken. Acara diawali dengan menonton bersama film garapan Rio dan Niken yang berjudul Saving Brothers.

Begitu film usai, Niken menjelaskan secara garis besar dalam menggarap film ada 3 tahap, tahap pra produksi, produksi dan pasca produksi. Selain itu ada segitiga yang memiliki peranan penting, produser, sutradara dan penulis skenario.  Ketiga peranan penting itu diistilahkan sebagai three angle. Mereka mulai bekerjasama pada tahapan pra produksi, dimana tahap ini sangat penting.

 
Keberlanjutan terhadap proses produksi ditentukan pada tahapan pra produksi, sehingga tidak mengherankan bila ada film yang tahapan pra produksinya lebih lama dari tahapan produksi. Segala hal, baik teknis maupun non teknis harus dibahas tuntas di tahap pra produksi. Mulai dari mencari kru, menentukan talent, figuran, property, dan lokasi semuanya harus ditentukan pada tahap pra produksi. Dan kesemuanya itu memiliki perhitungan logisnya, dalam hal ini menjadi area kerja si produser.


Di tahap produksi, semua rancangan sebelumnya diterjemahkan ke dalam media visual.  Sempat diungkapkan oleh Niken, “Seperti hidup, bikin film itu juga berpolitik dan berstrategi. Banyak kejadian diluar dugaan saat di lapangan yg harus diakali.” Karena kondisi pada saat syuting bisa saja berbeda dengan yang telah diperhitungkan saat pra produksi. Dalam proses produksi, team work adalah hal yang sangat penting. Seorang sutradara tidak akan bisa berbuat apa apa jika ditinggalkan oleh kru.


Foto bersama di sesi akhir, kegiatan wajib.



Rio juga menekankan bahwa siapapun dalam proses pembuatan film berpotensi membuat kesalahan. Namun bukan berarti kesalahan tersebut diingat terus hingga membuat kita berhenti berkarya.  Sementara, Niken berpesan ketika kita ingin masuk ke dunia perfilman kita harus tau ingin mengambil peranan di bagian apa. Sebab, banyak yang beranggapan bahwa dari asisten sutradara ke sutradara adalah naik jabatan, padahal keduanya adalah profesi yang berbeda. Demikian juga dari editor ke produser.


Demi menambah wawasan terhadap dunia perfilman yang menjadi passion mereka, Niken dan Rio keluar dari zona nyaman berfilm di Yogyakarta. Mereka ke Jakarta dan mengerjakan apa saja yang bisa dikerjakan di lokasi syuting untuk mencari tahu lebih banyak kerja film secara langsung. “Dunia pembuatan film itu berat, jadi harus kuat mental,” ucap Niken di sesi akhir.***

Saturday, June 15, 2013

#16 "Public Speaking"


“...banyak orang lebih memilih untuk melakukan terjun payung daripada berbicara di depan publik." - NN

Kalimat menarik yang menggambarkan seberapa tidak nyamannya mayoritas orang ketika diminta untuk bicara / berkomunikasi dihadapan publik. Komunikasi adalah cara menyampaikan pesan yang diinginkan ke orang lain, lewat lisan maupun tulisan. Dalam beberapa hal, komunikasi lisan menjadi hal yang begitu penting saat harus berinteraksi dalam lingkungan sosial dan kebutuhan untuk menyampaikan pesan sekaligus kepada banyak orang.

Bahkan Susan Cain penulis “QUIET: The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking,” mengakui dirinya adalah seorang introvert yang merasa kurang nyaman ketika harus bicara dan dilihat banyak pasang mata, tapi disisi lain dia harus berdiri dan melakukan presentasi dalam sebuah event TEDx (sebuah komunitas international dalam penyebaran ide). Susan berpendapat Public Speaking adalah cara menjebatani pemikirannya ke lebih banyak orang dan begitu penting untuk dipelajari juga dimiliki setiap orang.

Beberapa komunikator seperti Steve Jobs, Bill Gates, Obama dan masih banyak lagi begitu mempesona audiens-nya ketika berbicara atau menyampaikan pesan, juga awalnya bukan seorang speakers menarik seperti sekarang, mereka melalui proses panjang, sampai akhirnya dikenal memiliki kemampuan public speaking yang berkarakter dan handal.

Guru kali ini, I Made Andi Arsana akan berbagi tentang "Public Speaking" Di Kelas #16 Akademi Berbagi Bali. Latar belakang public speaking ini dipelajari I Made Andi Arsana dari pengalaman berbicara di berbagai forum international terutama tentang isu batas - batas wilayah, dan proses menarik meyakinkan banyak pihak hingga bisa dia mendapatkan beasiswa ADS, Dosen sekaligus penulis "Batas Maritim Antarnegara", "Cincin Merah di Barat Sonne" dan yang terbaru "Berguru ke Negeri Kangguru" ini juga rajin membagikan ceritanya di twitter @madeandi.

Banyak komunikasi tulisan yang juga sering dibagikan lewat kanal pribadinya, Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa mengenal lebih dekat lewat: web, linkedin, atau youtube.

Thursday, May 30, 2013

#15 "Steps to Make A Film"



Film dalam definisi berarti gambar yang bergerak, definisi ini sebenarnya mengandung makna sejarah. Saat pertama Thomas Alfa Edison menciptakan alat kinetoskop, film masih bisu dan tidak berwarna, tapi perkembangan teknologi membuat saat ini banyak unsur baru yang menambahkan keindahan sebuah karya film.


Menonton Film adalah salah satu cara menikmati karya dengan lengkap, hampir semua indra bisa 'dimainkan': mata, suara dan rasa. Host, Photographer, Soundgrapher, Cinematograher, Script Writer adalah beberapa contoh peran yang memperkaya film sehingga bisa punya alur, angle, karakter dan pesan kuat untuk penikmatnya.



Jika melihat kebelakang, kita patut berbangga karena banyak genre & karya film anak indonesia yang di apresiasi dunia dan bangsa sendiri.



Di Kelas Akademi Berbagi #15 Bali, kita akan belajar bersama bagaimana langkah - langkah membuat film bersama Rio Simatupang (@lampurio). Rio adalah Director and Cinematographer di Stonecold Motion Pictures, karya terbarunya adalah "Saving Brother" yang mengambil setting yogyakarta dan militer, lainnya yang menarik adalah Dokumenter non narasi berjudul "SOUNGAN" yang bercerita tentang ritual pengkatan Jero Mangku (pemuka agama Bali) secara massal yang mengambil latar desa soungan, Bali.


Yuk ikut Kelas#15 "Step to making a Film" w/ @lampurio & Niken. Minggu 16/06 13pm. Daftar via mention twitter @akberbali atau sms ke 085739250667. FREE :)


Ayo mengenal Rio lebih dekat lewat: Vimeo, Twitter, Linked-In :)



Tuesday, April 30, 2013

Memahami Creative Commons


"Kasus hak cipta di Indonesia, lebih sering diselesaikan dengan: maaf. Ketimbang ke pengadilan," kata Ari juliano, sambil membenahi posisi duduknya di atas sofa rotan di The Sanur Space yang terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai-Sanur, Bali.

"Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya, berupa karya seni, sastra dan ilmu pengetahuan, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku."

Ari Juliano seorang pengacara. Di tahun 2001, ia bergabung dengan Creative Commons. Creative Commons (CC) adalah sebuah organisasi non-profit, didirikan pada tahun 2001, berkantor pusat di Mountain View, California, Amerika Serikat yang ditujukan untuk memperluas cakupan karya kreatif yang tersedia untuk orang lain secara sah dan untuk berbagi. Kini, Creative Commons sudah berafiliasi di 72 negara dan Indonesia adalah salah satunya.

"Jika Hak Cipta diterapkan secara kaku, maka peradaban itu tidak akan berkembang," kata Ari Juliano. Dalam kesempatan sharing bersama Akademi Berbagi Bali yang berkolaborasi dengan Creative Commons Indonesia, pada Sabtu 27 April. "Sementara dengan lisensi Creatif Commons Anda menjaga hak cipta namun memungkinkan orang untuk menyalin dan mendistribusikan karya-karya Anda," jelas Ari Juliano.


Thursday, April 18, 2013

#13 Hak Cipta & Lisensi Creative Commons


Menyoal tentang hak cipta di Indonesia yang secara resmi dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 (UU 14/2001) tentang Paten, UU 15/2001 tentang Merek, dan UU 19/2002 tentang Hak Cipta. Yang ternyata, dunia internasional menganggap perlindungan dan penegakan hak cipta di Indonesia belum cukup memadai. 
Salah satu penyebab rendahnya penegakan hak cipta di Indonesia adalah kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia tentang hak cipta.

Yang paling rentan adalah karya digital. Blog misalnya, yang bisa dengan mudahnya di copy dan disebarluaskan tanpa si pencipta ketahui. Well, kalau merasa karya digitalmu berharga maka alangkah lebih baik jika sebagai pencipta memiliki kesadaran akan hak cipta.

Lantas, langkah seperti apakah yang harus dilakukan untuk melindungi karya kita? Akademi Berbagi Bali berkolaborasi dengan Creative Commons Indonesia, menyelenggarakan kelas#13 dengan tema "Hak Cipta & Lisensi Creative Commons" dengan nara sumber Ari Juliano. Sabtu, 27 April 2013 pukul 16:00-18:00Wita di The Sanur Space Jl. By Pas Ngurah Rai Gg. Cempaka No. 16 
Untuk pendaftaran klik disini atau mellaui sms ke 085739250667 atau via twitter dengan mention @akberbali. Kelas ini GRATIS dan terbatas!