Thursday, May 30, 2013

#15 "Steps to Make A Film"



Film dalam definisi berarti gambar yang bergerak, definisi ini sebenarnya mengandung makna sejarah. Saat pertama Thomas Alfa Edison menciptakan alat kinetoskop, film masih bisu dan tidak berwarna, tapi perkembangan teknologi membuat saat ini banyak unsur baru yang menambahkan keindahan sebuah karya film.


Menonton Film adalah salah satu cara menikmati karya dengan lengkap, hampir semua indra bisa 'dimainkan': mata, suara dan rasa. Host, Photographer, Soundgrapher, Cinematograher, Script Writer adalah beberapa contoh peran yang memperkaya film sehingga bisa punya alur, angle, karakter dan pesan kuat untuk penikmatnya.



Jika melihat kebelakang, kita patut berbangga karena banyak genre & karya film anak indonesia yang di apresiasi dunia dan bangsa sendiri.



Di Kelas Akademi Berbagi #15 Bali, kita akan belajar bersama bagaimana langkah - langkah membuat film bersama Rio Simatupang (@lampurio). Rio adalah Director and Cinematographer di Stonecold Motion Pictures, karya terbarunya adalah "Saving Brother" yang mengambil setting yogyakarta dan militer, lainnya yang menarik adalah Dokumenter non narasi berjudul "SOUNGAN" yang bercerita tentang ritual pengkatan Jero Mangku (pemuka agama Bali) secara massal yang mengambil latar desa soungan, Bali.


Yuk ikut Kelas#15 "Step to making a Film" w/ @lampurio & Niken. Minggu 16/06 13pm. Daftar via mention twitter @akberbali atau sms ke 085739250667. FREE :)


Ayo mengenal Rio lebih dekat lewat: Vimeo, Twitter, Linked-In :)



Tuesday, April 30, 2013

Memahami Creative Commons


"Kasus hak cipta di Indonesia, lebih sering diselesaikan dengan: maaf. Ketimbang ke pengadilan," kata Ari juliano, sambil membenahi posisi duduknya di atas sofa rotan di The Sanur Space yang terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai-Sanur, Bali.

"Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya, berupa karya seni, sastra dan ilmu pengetahuan, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku."

Ari Juliano seorang pengacara. Di tahun 2001, ia bergabung dengan Creative Commons. Creative Commons (CC) adalah sebuah organisasi non-profit, didirikan pada tahun 2001, berkantor pusat di Mountain View, California, Amerika Serikat yang ditujukan untuk memperluas cakupan karya kreatif yang tersedia untuk orang lain secara sah dan untuk berbagi. Kini, Creative Commons sudah berafiliasi di 72 negara dan Indonesia adalah salah satunya.

"Jika Hak Cipta diterapkan secara kaku, maka peradaban itu tidak akan berkembang," kata Ari Juliano. Dalam kesempatan sharing bersama Akademi Berbagi Bali yang berkolaborasi dengan Creative Commons Indonesia, pada Sabtu 27 April. "Sementara dengan lisensi Creatif Commons Anda menjaga hak cipta namun memungkinkan orang untuk menyalin dan mendistribusikan karya-karya Anda," jelas Ari Juliano.


Thursday, April 18, 2013

#13 Hak Cipta & Lisensi Creative Commons


Menyoal tentang hak cipta di Indonesia yang secara resmi dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 (UU 14/2001) tentang Paten, UU 15/2001 tentang Merek, dan UU 19/2002 tentang Hak Cipta. Yang ternyata, dunia internasional menganggap perlindungan dan penegakan hak cipta di Indonesia belum cukup memadai. 
Salah satu penyebab rendahnya penegakan hak cipta di Indonesia adalah kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia tentang hak cipta.

Yang paling rentan adalah karya digital. Blog misalnya, yang bisa dengan mudahnya di copy dan disebarluaskan tanpa si pencipta ketahui. Well, kalau merasa karya digitalmu berharga maka alangkah lebih baik jika sebagai pencipta memiliki kesadaran akan hak cipta.

Lantas, langkah seperti apakah yang harus dilakukan untuk melindungi karya kita? Akademi Berbagi Bali berkolaborasi dengan Creative Commons Indonesia, menyelenggarakan kelas#13 dengan tema "Hak Cipta & Lisensi Creative Commons" dengan nara sumber Ari Juliano. Sabtu, 27 April 2013 pukul 16:00-18:00Wita di The Sanur Space Jl. By Pas Ngurah Rai Gg. Cempaka No. 16 
Untuk pendaftaran klik disini atau mellaui sms ke 085739250667 atau via twitter dengan mention @akberbali. Kelas ini GRATIS dan terbatas!

Wednesday, April 17, 2013

#12 Storytelling


Selamat April Akberians...

April ini Akademi Berbagi Bali akan hadir kembali pada kelas ke 12. Kami kedatangan seorang tamu yang kreatif dan suka berbagi ilmu pula. Ialah Handoko, seorang creative storyteller. Passionate terhadap dunia marketing / strategi / komunikasi. Mencintai seni. Menulis di beberapa majalah marketing dan gaya hidup. Director film iklan dan sangat tertarik pada TREND konsumen.

Ketika perubahan yang serba cepat (ada yang menyebut sebagai CHAOTIC ERA) Peran cerita atau budaya tutur semakin esensial. Pada dasarnya era kini semua bisa jadi media. Apakah itu social media - mass media ataupun software. 

Bahkan siapapun bisa menciptakan media saat ini. Kepekaan kita terhadap partisipasi konsumen menjadi kunci keberhasilan komunikasi saat ini yang arahnya lebih ke ENGAGEMENT.

Yuuk ikuti kelas#12 "Storytelling" dengan @Handoko_H. Selasa 23 April 2013 Pukul 19:00-21.00Wita di Kopi Kultur (jl. Pengubengan Kauh-Kerobokan). Untuk pendaftaran bisa via twitter dengan mention @akberbali atau sms ke 0857.3925.0667

Peserta terbatas untuk 20orang saja yaa. 





Thursday, April 11, 2013

Mengenai Bersosial Media

Ibaratnya nih hidup tanpa seorang pacar itu sih biasa. Nah kalau tanpa akun di sosial media? Saya kira sebagian besar banyak yang menjawab, tidak. Sepakat?

Well, memang si sosial media ini bisa diapain saja si?. Dalam sebuah kesempatan kelas#11, Akber Bali kedatangan seorang guru yang juga sekaligus founder dari Akademi Berbagi, Ainun Chomsun atau yang lebih populer dengan akun @pasarsapi.

Banyak hal yang bisa dilakukan dengan sosial media diantaranya adalah, social movement, CSR, Marketing, Crowd Funding, Promosi Negara, Bisnis Travel, Petisi untuk perubahan, Jurnalisme warga, dll. Gerakan Akademi Berbagi, misalnya adalah contoh dari salah satu gerakan yang lahir dengan kekuatan sosial media sosial, khususnya twitter.

Sunday, March 24, 2013

Sociopreneur

 
Kelas#10 yang berlangsung pada Minggu (17/03/2013) di Kedai Kopi Kultur mengangkat tema sociopreneur. Difasilitatori oleh Dicky Lopulalan, pendiri sekaligus pengelola Lopulalan Institute dimana Kedai Kopi Kultur adalah salah satu bentuk sindikat sosialpreneurnya yang berkolaborasi dengan beberapa sahabatnya.

Berbeda dari kelas sebelumnya kelas#10 ini, berlangsung dengan proses pembelajaran partisipatoris. Dimana peserta akan terlibat langsung sebagai narasumber. Alur kelas#10 diawali dengan perkenalan dari fasilitator dan peserta, menggali ide tentang apa itu sociopreneur, sharing pengalaman, dan latihan.

Disini kita tidak hanya duduk manis dan mendengarkan apa itu sociopreneur melainkan juga turut merumuskan sendiri. Kelas dimulai dengan sesi perkenalan dari masing masing peserta. Peserta diminta untuk menggambar wajah seseorang yang berada didekatnya dengan waktu satu menit saja. Kemudian hasil dari gambarnya diperlihatkan.

Hasilnya seluruh peserta dibuat tertawa dengan hasil gambar peserta lainnya. "Aneh, lucu," beberapa komentar peserta terlontar. Suasana kelas menjadi cair, tawa canda terdengar. "Enggak mirip saya," komentar salah seorang peserta pada gambar yang dimaksudkan gambar wajahnya.

Tawa yang pecah membuat kelas terasa akrab, selain masing-masing dari peserta sudah saling kenal ada juga kok yang belum saling kenal. Selanjutnya peserta diminta untuk menggambar yin yan personal, dengan menyebutkan mimpi yang belum kesampaian dan pengalaman yang paling berharga.
 

Nah sekarang saatnya masuk pada inti materi, apa sih yang disebut dengan sociopreneur itu? Dan apa nilai-nilainya? Disesi ini Dicky Lopulalan mengajak para peserta berdiskusi dalam waktu sepuluh menit dengan membentuk kelompok-kelompok kecil untuk merumuskan teorinya.

Tuesday, March 19, 2013

#11 Social Media for Good



Becak Google Maps, Jualan Kripik via Twitter, Blogger yang kemudian jadi Penulis, Blood for Life, Koin untuk Prita, Cicak versus Buaya, Merapi Volunteer, Sinta Jojo "Keong Racun", Briptu Norman, Indonesia Berkebun, Akademi Berbagi...
Salah satu dari topik diatas pasti pernah kita dengar, itu hanya sebagian kecil dari dampak sosial yang telah mengubah hidup seseorang, teman - teman disekitarnya dan bahkan orang banyak. Tools ini mempertemukan budaya, kreatifitas, inovasi, keadilan, kebersamaan, semangat berbagi, dan hal - hal kecil bermanfaat lain yang sering kali kita lupakan.

Social Media hari ini jadi bagian penting dan berguna untuk bisnis, pendidikan, gerakan sosial, dan kebaikan lainnya. Media tidak pernah salah & tidak bisa disalahkan, karena dia adalah alat. Bisa menjadi sumber air atau tsunami tergantung apa, siapa, dan bagaimana "alat" ini digunakan.
 
Kita tidak bisa lagi menghindar, karena sosial media sudah hadir dalam kehidupan sehari - hari, pilihan kita adalah mengenal tools ini dengan baik ketimbang menghindarinya, walaupun punya sisi negatif, tapi sisi positif-nya jauh lebih banyak.

Di Kelas #11 Akademi Berbagi Bali kita mendapat kesempatan belajar dengan GRATIS bersama Ainun Chomsun (@pasarsapi) tentang "Social Media for Good", founder & volunteers dari Akademi Berbagi, sebuah gerakan sosial yang lahir dari sebuah kota bernama Jakarta & menginspirasi tumbuhnya gerakan serupa di kota lain lewat sosial media. Hari ini Akber telah hadir di lebih dari 25 kota, mempertemukan puluhan guru (pembicara) dan ratusan siswa (peserta) dengan berbagai tema dalam sebuah kelas (ruang bebas).
Volunteers akademi berbagi percaya tentang prinsip "berbagi bikin happy", salah satu hal yang membuat banyak kelas lahir diseluruh jaringan kota akber, dan juga alasan mengapa akademi berbagi bali hari ini bisa sampai dikelasnya yang ke #11.
Join Class#11 "Socmed for Good" w/ @pasarsapi Monday, March 25/13. 7-9pm @kopikultur. Sign up HERE. FREE!

Dan konfirmasikan kehadiran kalian via mention @akberbali atau sms ke 085739250667