Showing posts with label akberbali. Show all posts
Showing posts with label akberbali. Show all posts

Saturday, May 28, 2016

#AkberBali42 Goes To Singaraja; Kupas Olah Sampah @ekamul & @GedeGanesha

AKBER BALI GOES TO SINGARAJA
#AkberBali42 Kupas Olah Sampah @ekamul & @GedeGanesha, Saturday, 2016, 4 June, 1 PM at Edotel, Undiksha. FREE!

TENTANG MENGELOLA SAMPAH
Sampah di rumah sendiri, siapa yang akan menyelesaikannya?
Sejauh yang saya tahu, membersihkan sesuatu di luar lebih mudah daripada membersihkan apa yang dimiliki sendiri. Analogi ini mungkin ada sangkut pautnya dengan banyak bakat Indonesia yang berkarya di luar negeri, namun tidak dihargai ketika bekerja di rumah sendiri. Rumah dapat berarti rumah secara harafiah sebagai tempat tinggal, jika skalanya lebih luas juga masih dalam definisi tersebut, kali ini Indonesia.
Ketika banyak orang yang menimba ilmu di berbagai ruang di luar sana, perihal memberikan kontribusi pada penyelesaian permasalahan di tanah lahirnya, tidak semua orang mau melakukannya. Kewajiban seperti ini jadi pergulatan sendiri dalam benak terpelajar. Tapi bagaimana jika masalah tersebut mengenai sampah?
Isu ini sangat tidak seksi. Aktivis lingkungan sekali pun jarang yang tertarik untuk berkontribusi dan berkonsentrasi pada isu sampah. Isu pembalakan hutan, penebangan, batubara, hingga pemanasan global masih menjadi konsentrasi utama. Isu-isu mengenai sampah di dunia barat tidak terlalu dominan karena peran pajak, dan pemerintah dalam skala yang lebih kecil namun berperan sangat besar. Mekanisme pemusnahan sampah yang dimiliki sangat mutakhir. Bahkan di negara Skandinavia seperti Swedia mengimpor sampah guna memenuhi bahan bakar pembangkit listrik. Sekali lagi itu negara yang dihitung maju, dengan tingkat kesadaran masyarakatnya yang tinggi. Lalu pertanyaannya bagaimana dengan kita di negara dunia ketiga? Seperti apa kontribusi yang bisa diberikan anak muda?
Mari kita diskusikan bersama dan berbagi dalam kelas Akademi Berbagi Bali mengenai apa saja yang sudah dan sedang dilakukan oleh anak muda di Bali untuk menyelesaikan siklus sampah yang dimilikinya hingga tuntas.
(Eka Mulyawan)


TENTANG GURU
Putu Eka Mulyawan biasa disapa Ekamul sehari-hari bekerja di Konsultan Arsitektur Rumah Intaran di Desa Bengkala, Buleleng. Menulis buku Mengelola Sampah Desa yang penerbitannya didanai secara gotong royong. Merupakan alumi Teknik Arsitektur Universitas Udayana dan Pers Mahasiswa Akademika. Bisa berbincang dengannya melalui akun twitter @ekamul atau membaca tulisannya di www.sudutjalan.wordpress.com

Gede Ganesha biasa disapa Ganesha sehari-hari adalah tenaga profesional pendamping desa di Kecamatan Sukasada, Buleleng. Selain itu, ia juga pembina kader Gerakan Terpadu Atasi Sampah Plastik di Kecamatan Sukasada. Merupakan Ketua Pemuda Pemudi Peduli Lingkungan Bali dan Direktur dari Bank Sampah Galang Panji yang ia dirikan. Selengkapnya: www.pplingkunganbali.blogspot.co.id

TENTANG TEMPAT
Edotel Undiksha beralamat di Jalan Jatayu, Singaraja. Merupakan salah satu fasilitas penunjang yang dimiliki oleh Universitas Pendidikan Ganesha.


#AkberBali42 @akberbali Kupas Olah Sampah @ekamul & @GedeGanesha | 04/06/16 1PM at Edotel, Undiksha. REG: bit.ly/akberbali42 FREE!

Friday, May 16, 2014

Dari Kelas 24 Akber Bali; Boost Your Startup with Social Media Bersama @salsabeela

Melalui kelas Akademi Berbagi Bali kedua puluh empat “SocMed Your Startup” yang dilaksanakan 27 April 2014 di Hubud co-working space, Ubud kita bisa belajar banyak seputar penggunaan social media untuk memajukan startup. Guru yang berbagi wawasannya kali ini adalah Aulia Halimatussadiah lebih dikenal sebagai Ollie (@salsabeela). Selain seorang penulis, Ollie juga seorang technopreneur. Salah satu startup yang dibangunnya adalah situs self publishing pertama di Indonesia, NulisBuku.com.


Ollie menjelaskan, ada strategi tersendiri dalam memasarkan usaha di social media. Skill storytelling yang wajib dimiliki seorang pemasar (pengusaha), dipindahkan dalam social media. Semua itu adalah konsekuensi dari candu social media yang telah menyebar pada masyarakat. Ollie juga menekankan, bahwa tiap platform social media memiliki metode yang berbeda dalam penggunaannya, baik itu Facebook, Twitter, Instagram hingga Pinterest. 

Miss Ollie saat memulai kelas Akber Bali ke-24

Selayaknya pada kehidupan nyata, branding adalah hal pertama yang harus dibangun di social media.  Pada bagian branding, Ollie memberikan contoh salah satu merek tas terkenal yang dalam akun Pinterestnya memilih untuk menampilkan gambar-gambar yang colorful dibanding menampilkan gambar produk. Dari kegiatan itu, dapat ditangkap usaha perusahaan untuk membranding produknya sebagai tas-tas dengan warna yang menyala.

Dimanapun berada kita harus selalu bersikap baik. Maka, sebuah akun social media dari startup must to be kind. Semua peran dijalankan menjadi satu, mulai dari resepsionis hingga customer service, melalui sikap baik yang dikirimkan maka akan tersampaikan kesan yang positif terhadap startup. Sikap baik itu, bisa melalui kampanye dan kegiatan sosial yang dilaksanakan di social media. Dalam usaha menjadi baik ini, Ollie memberikan contoh sebuah perusahaan sepatu yang meluncurkan channel kegiatan sosial melalui situs YouTube. 


Suasana kelas di Hubud co-working space, Ubud.

Poin-poin lain yang tidak kalah penting adalah Useful, Informative and Entertaining.  Unsur feelings juga wajib dikedepankan, yaitu kesan apa yang ingin disampaikan oleh masyarakat yang mengikuti akun social media. Unsur tersebut penting karena akan menjadi alarm pengingat bagi pengikut akun startup kita. Misalnya, perasaan untuk produktif menulis yang diciptakan akun NulisBuku bagi pengikutnya. Setelah startup berjalan dan memiliki sejumlah customers, Ollie memaparkan adalah penting bagi pengusaha untuk melibatkan customernya. Misalnya dengan membagi cerita mereka di website.

Visual content juga sangat penting, sebagian besar orang lebih tertarik melihat content social media melalui gambar. Untuk itu, sebuah startup akan lebih baik bila menyiapkan terlebih dahulu content-content visual  untuk akunnya pada segala situasi. Pada akhir pemaparan, Ollie juga menyarankan untuk membentuk komunitas dan selalu mengikutsertakan customers.

Pada sesi workshop, Ollie membagi peserta menjadi lima kelompok dan memberi tantangan untuk membuat satu halaman proposal bisnis melalui social media. Melalui pemaparan masing-masing kelompok muncul beberapa ide menarik, baik dari peserta maupun guru. Sebelum mengakhiri kelasnya, Ollie menekankan jika tidak ada standar yang baku dalam penggunaan social media untuk startup. Pesannya Have fun! Experiment. Measure. Try. Again. So, let’s start IT akberians!
 
Foto bersama di akhir kelas.
Suasana kelas dari berbagai angle.

Monday, November 11, 2013

Menertawakan kita bareng @pandji di kelas #20

Kelas Akademi Berbagi Bali kali ini diadakan bertepatan dengan Hari Pahlawan, dengan mengangkat topik  ‘Stand Up Comedy’. Selain topik yang sangat menarik, kelas kali ini juga didukung oleh guru yang luar biasa. Beliau Pandji Pragiwaksono. Beliau memang cukup dikenal di Indonesia, walaupun hanya sebagai seorang ‘semi-artis’ Indonesia. :)

Sesi photo bersama kelas #20 Akademi Berbagi Bali
Kelas kali ini, diadakan di Kopi Kultur Bali. Tidak seperti biasanya kelas Akber Bali kali ini diadakan agak lebih pagi dibandingkan dengan kelas-kelas sebelumnya. Rencana kelas dimulai pukul 10:00 WITA. Namun karena ada sedikit hambatan, kelas pun diadakan agak ngaret hingga 15 menit. Walaupun kelas kali ini diadakan di pagi hari akhir pekan, ternyata tidak menyurutkan semangat peserta untuk hadir. Sebelum materi dimulai, seperti biasa akan ada penjelasan mengenai profil Akber Bali dan topik kelas yang akan diangkat. Fahry yang selaku kepala sekolah @akberBali menjelaskan dengan sangat kreatif layaknya seorang comic, hingga kelas pun sempat penuh dengan tawa peserta.

@pandji lagi berdiri pegang mic

Setelah beberapa menit berjalan, ternyata tanpa disadari kelaas ini cukup beda dengan kelas-kelas sebelumnya. Baru pertama kali guru yang membawakan materi tidak dilengkapi dengan slide presentasi. Bahkan salah satu peserta pun sempat menanyakan hal ini, dan @pandji menjawab dengan cukup sederhana. @Pandji menjelaskan bahwa beliau sudah lebih dari 10 tahun menjadi penyiar radio, sehingga terlatih dalam bidang komunikasi maupun public speaking. Selain itu materi Stand Up Comedy juga sebenarnya sering beliau sampaikan di berbagai pertemuan seperti ini.

Beliau mengungkapkan salah satu trik comedy yang sering digunakan oleh berbagai comic di Indonesia adalah dengan cara menertawakan seseorang. @Pandji membaginya menjadi 3 tipe teknik menertawakan seseorang.

Pertama, Menertawakan Orang Lain
Pada teknik ini, comic akan menceritakan kejelekan atau kisah lucu seseorang dan menambahkan sedikit ‘bumbu’ agar penonton ikut tertawa.

Kedua, Menertawakan diri sendiri
Teknik ini memerlukan sedikit kejujuran, kenapa? Karena ‘comic’ yang tampil harus berani menceritakan pengalaman buruknya ke penonton, sehingga penonton ikut menertawakan kisah tersebut.

Terakhir, Mengajak penonton untuk menertawakan diri sendiri
Nah, untuk yang ketiga ini agak susah. Karena si ‘comic’ harus memastikan bahwa kisah lucu yang akan dijadikan bahan tawa, harus benar-benar  dialami dan dipahami oleh peserta. 

Sebenarnya masih banyak trik yang disampaikan oleh @pandji, sekaligus berbagai contoh yang sangat menarik. Tapi karena  berbagai keterbatasan yang mimin miliki, jadi cukup segitu saja review-nya :D . Dan sampai ketemu di kelas akber selanjutnya.

Tuesday, March 19, 2013

#11 Social Media for Good



Becak Google Maps, Jualan Kripik via Twitter, Blogger yang kemudian jadi Penulis, Blood for Life, Koin untuk Prita, Cicak versus Buaya, Merapi Volunteer, Sinta Jojo "Keong Racun", Briptu Norman, Indonesia Berkebun, Akademi Berbagi...
Salah satu dari topik diatas pasti pernah kita dengar, itu hanya sebagian kecil dari dampak sosial yang telah mengubah hidup seseorang, teman - teman disekitarnya dan bahkan orang banyak. Tools ini mempertemukan budaya, kreatifitas, inovasi, keadilan, kebersamaan, semangat berbagi, dan hal - hal kecil bermanfaat lain yang sering kali kita lupakan.

Social Media hari ini jadi bagian penting dan berguna untuk bisnis, pendidikan, gerakan sosial, dan kebaikan lainnya. Media tidak pernah salah & tidak bisa disalahkan, karena dia adalah alat. Bisa menjadi sumber air atau tsunami tergantung apa, siapa, dan bagaimana "alat" ini digunakan.
 
Kita tidak bisa lagi menghindar, karena sosial media sudah hadir dalam kehidupan sehari - hari, pilihan kita adalah mengenal tools ini dengan baik ketimbang menghindarinya, walaupun punya sisi negatif, tapi sisi positif-nya jauh lebih banyak.

Di Kelas #11 Akademi Berbagi Bali kita mendapat kesempatan belajar dengan GRATIS bersama Ainun Chomsun (@pasarsapi) tentang "Social Media for Good", founder & volunteers dari Akademi Berbagi, sebuah gerakan sosial yang lahir dari sebuah kota bernama Jakarta & menginspirasi tumbuhnya gerakan serupa di kota lain lewat sosial media. Hari ini Akber telah hadir di lebih dari 25 kota, mempertemukan puluhan guru (pembicara) dan ratusan siswa (peserta) dengan berbagai tema dalam sebuah kelas (ruang bebas).
Volunteers akademi berbagi percaya tentang prinsip "berbagi bikin happy", salah satu hal yang membuat banyak kelas lahir diseluruh jaringan kota akber, dan juga alasan mengapa akademi berbagi bali hari ini bisa sampai dikelasnya yang ke #11.
Join Class#11 "Socmed for Good" w/ @pasarsapi Monday, March 25/13. 7-9pm @kopikultur. Sign up HERE. FREE!

Dan konfirmasikan kehadiran kalian via mention @akberbali atau sms ke 085739250667

Wednesday, March 13, 2013

#10 Sociopeuner

Seorang sociopreneur melihat masalah disekitarnya sebagai peluang untuk membuat sistem baru yang menciptakan solusi yang berkelanjutan. Sociopreneur membantu dan mengembangkan masyarakat sehingga masyarakat tersebut dapat menjadi masyarakat yang mandiri. 

Pada kelas#10 Akber Bali mengundang Dicky Lopulalan  (@dickylopulalan) sebagai pendiri
Lopulalan Institute, sebuah firma sosial (not for profit firm) yang memiliki Visi menjadi organisasi pembelajaran yang terdepan dalam mengembangkan metode dan teknik pembelajaran yang mengutamakan nilai-nilai apresiatif, partisipatif, dan aksleratif. 

Socialprenuer membawa kita pada win-win solution, dimana sosial bisa dipadupadankan dengan bisnis, ada pelbagai level dalam socialpreneur yang bisa kita pelajari dari Dicky Lopulalan (@dickylopulalan) di Kelas #10 Akber Bali nanti. 

Ikuti Kelas #10 "Sociopreuner" dengan Dicky Lopulalan (@dickylopulalan). Minggu 17 Maret 2013 Pukul 16:00 s/d 18:00Wita di Kopi Kultur. 

Untuk pendaftaran silakan disini. GRATIS

Dan konfirmasikan kehadiran kalian via mention @akberbali atau sms ke 085739250667


Monday, February 25, 2013

Menjadi Volunteer

Pose setelah Kelas#9 

Sore hari kemarin Jeff Kristianto membagi pengalamannya menjadi seorang volunteer di Tajikistan selama satu tahun lebih pada kelas#9 Akber di The Sanur Space. Ia membagi keahliannya sebagai pengrajin dengan penduduk lokal Tajikistan. Pengalamannya sebagai seorang wirausahawan kerajinan selama bertahun-tahun di Indonesia telah membawanya untuk tidak sekedar berbisnis melainkan juga berbagi.

Ia tidak berangkat begitu saja seorang diri ke Tajikistan, melainkan atas kerja samanya dengan VSO. Sebuah organisasi pembangunan internasional independen yang terkemuka di dunia yang bekerja melalui sukarelawan.  

Jeff menerima tawaran VSO untuk menjadi seorang volunteer sebab Ia merasa misinya sama. Sharing skills, changing life. Ini menarik bagi Jeff, dimana menjadi volunteer adalah juga bisa membagi keahlian. Menurut Jeff, manfaat kerja sebagai volunteer itu memang bukanlah materi, melainkan kepercayaan diri. 

Lantas apakah mudah menjadi seorang volunteer? Dan hal-hal apa saja yang harus dimiliki sebagai seorang volunteer?

Monday, February 18, 2013

#9 Volunteerism - Akademi Berbagi Bali

Setelah beberapa bulan menyepi, kali ini Akber Bali kembali berbagi bersama teman-teman dengan kelas yang lebih segar. Kami mengundang Jeff Kristianto, seorang wirausahawan kerajinan tangan & kuliner di Bali, juga seorang relawan VSO di Tajikistan selama 2 tahun sebagai Penasehat Usaha Kecil di bidang kerajinan tangan. 

Dunia kesukarelawanan sosial (volunteers) adalah kegiatan positif yang menarik, dunia sosial ini bisa membawa kita pada pengalaman luar biasa, jejaring pertemanan dan ilmu - ilmu baru diluar bidang yang kita tekuni. Semangat kesukarelawanan sosial membawa anak - anak terbaik Indonesia mau mengajar di pelosok negeri / dunia, Semangat kesukarelawanan sosial-lah yang juga mempertemukan kalian dengan kelas - kelas akber di berbagai kota di Indonesia. Salah satu pengalaman volunteers akan dibagikan dan bisa kita dengar langsung dari seorang Jeff Kristianto secara GRATIS!

Pendaftaran peserta bisa klik disini.

Konfirmasikan kehadiran kalian via mention @akberbali atau sms ke 085739250667





Tuesday, July 17, 2012

#7 Tips Belajar & Beasiswa di Luar Negeri - Akademi Berbagi Bali

Kelas: #7
Tema: Tips Belajar & Beasiswa di Luar Negeri
Pembicara: Suci Lestari Yuana (@geknana) Penerima Beasiswa Unggulan 2011 - 2012 di Barcelona, New York & Prancis
Waktu: 19 Juli 2012 Pukul 17.00 WITA s.d Selesai
Tempat: Rumah Pintar Lt. 3, Jl. Kamboja no. 4 Denpasar




Pembicara nya memang mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di Perancis sana. Beliau sukses lolos berkat terapkan tips dapat beasiswa ke luar negeri. Siapa sih pembicaranya ini? Ternyata oh ternyata beliau berasal dari Bajera, Kabupaten Tabanan, bernama Suci Lestari Yuana. Nih akun twitter nya: @geknana. Nih blog nya http://geknana.wordpress.com/.

Kupanggil Geknana saja dalam tulisan ini. Meski belum bisa banyak bicara dengan Geknana, semoga tulisan ini bisa memberikan sesuatu bagi yang baca, terutama yang ingin dapat beasiswa ke luar negeri. Geknana memberikan kalimat kunci begini di akhir acara, “Pantaskanlah dirimu jika ingin dapat beasiswa ke luar negeri”. Contohnya mulai sekarang belajar bahasa inggris, juga sesuaikan dengan prasyarat beasiswa yaitu pantaskan skor IELTS atau TOEFL mu. Kemudian berburu informasi tentang perguruan tinggi kesukaanmu. Usahakan sudah tahu nama universitas nya, jurusannya dan bahkan dosen nya. Berlatihlah menghadapi wawancara. Bahkan urus pasport mulai sekarang juga.

Kalau kupikir, ucapan Geknana ini seperti “Law of Attraction”, sebarkan ke alam tentang keinginanmu. Bila perlu tempel gambar universitas itu di kamarmu. Ceritakan keinginanmu itu ke orang tua dan teman-teman mu. Ajak mereka untuk mendoakan cita-citamu. Tentunya kamu juga harus berdoa dong, sehingga melalui kuasaNya akan didekatkan semuanya kepadamu.

Beberapa tips menurut Geknana untuk berburu beasiswa ke luar negeri seperti ini :

- Lebih baik kamu sudah memiliki pengalaman kerja dulu, minimal 2 tahun dan minta surat keterangan kerja. Bisa juga aktif di organisasi atau menjadi volunter di kegiatan sosial. Ini penting untuk referensi dan memperkuat posisimu dimata pemberi beasiswa.

- Ketika menjelaskan hobi, hindari hobi yang bersifat individualis. Jelaskan hobi yang sifatnya berhubungan dengan orang lain atau komunitas, misal futsal, main bola, menari, bersosial, dll. Jangan kamu tulis hobi nge-game, main catur, mancing. Itu individual. Soalnya kamu di luar negeri sana bakal berinteraksi dengan banyak orang.

- Usahakan belajar bahasa selain Inggris sebagai nilai tambah. Misal bahasa pengantar yang diakui oleh PBB, misal Mandarin, Arab, Perancis, Spanyol.

- Dalam menuliskan CV, jelaskan dirimu semenarik mungkin, to the point dan spesifik. Jangan menulis misal, “I’m easy going person”. Tonjolkan social skill. Jangan lampirkan photo diri. Hindari hal-hal yang bersifat negatif.

- Kebanyakan orang gagal dapat beasiswa karena tidak memperhatikan timeline. Telat mengumpulkan persyaratan. Harus tahu batas waktu test TOEFL dan skor yang keluar. Biasanya skor keluar setelah 3 minggu setelah testing. Perhatikan ini.

Ada lagi Geknana menjelaskan tentang beberapa pertanyaan umum yang keluar dalam tes wawancara beasiswa. Namun aku tidak catat dan belum dapat materi presentasi dari Geknana. Gini aja, kontak langsung ke Geknana karena beliau terbuka untuk diajak diskusi dan mau untuk membantu/review untuk para generasi muda yang ingin dapat beasiswa ke luar negeri. Email Geknana adalah : betterindonesia2020@gmail.com

Oke, sampai jumpa di kelas ke 8 Akademi Berbagi Bali. Pantengin terus twitter @akberbali untuk informasi kelas-kelas mendatang.


Sunday, June 17, 2012

#6 Underground Jazz Movement - Akademi Berbagi Bali


Berbagi bikin Hepi. Berbagi tentang apa saja di dalam hidup kita. So, tanggal 17 Juni 2012 bertempat di Resto RETRO, Jl. Danau Tamblingan, Sanur, Bali, Akademi Berbagi Bali (@akberbali) menggandeng komunitas Jazz bernama Underground Jazz Movement (@UMJbali). Kelas berbagi kali ini mengambil tema “Improvisasi, Kreatifitas & Jatidiri Lewat Musik Jazz”.

Narasumber yang sudi berbagi adalah Mas Yuri, Mas Jeko dan anggota UMJ Bali. Mereka bergantian menjelaskan tentang sejarah dan arah musik Jazz. UMJ Bali sendiri merupakan komunitas yang terbuka untuk berbagi tentang improvisasi dan jatidiri anggotanya. Mau belajar Jazz juga gratis. Para senior musik Jazz merasa enjoy dengan kegiatan berbagi sekaligus menyampaikan inti dari aliran Jazz itu sendiri.

Jazz kadangkala tidak bisa ditanyakan. Misal pertanyaannya: Apa sih Jazz itu ?. Yang benar adalah: Bagaimana sih musik Jazz itu?. Aliran Jazz, saat ini bisa masuk di semua genre musik. Alunan-alunan jazzy bisa masuk ke dangdut, pop, rock bahkan musik-musik tradisional.

Setelah selesai melayani sesi tanya jawab, UMJ Bali melakukan sesi ngejam, memperdengarkan alunan jazz, improvisasi masing-masing musisi nya, menjelaskan tentang istilah-istilah yang berlaku di jazz, dst. Wuaaah, banyak deh.

Ya, berbagi bikin hepi! Nantikan kegiatan Akberbali selanjutnya.

Monday, February 20, 2012

#3 Brand Yourself - Akademi Berbagi Bali

Kelas: #3
Tema: Brand Yourself
Pembicara: Dewi Okinawa, PR Manager di PT Karya Pak Oles Tokcer
Waktu: 25 Februari 2012 Pukul 17.00 WITA s.d Selesai
Tempat: Denpasar, Popo Danes Art Veranda, Jl. Hayam Wuruk 159


Akademi Berbagi Bali yang ke 3 menghadirkan diskusi dengan Dewi Okinawa. Pembicara kita ini sehari-hari menjadi Wakil Pemimpin Umum Koran Renon dan PR Manager PT. Karya Pak Oles Tokcer.

Mbak Dewi akan berbagi kepada kita semua tentang "Brand Yourself" pada 25 Februari 2012 di Popo Danes Art Veranda, Jl. Hayam Wuruk 159, Denpasar. Pukul 5 sore. Mari datang sebagai peserta. Daftar melalui Twitter ke @akberbali atau SMS ke 082131779077. Tempat terbatas.

Siapa sih Dewi Okinawa ini? Beliau pernah 5 tahun mengenyam pendidikan di Bachelor of Science Intercultural Communication di Gakushuin Women's College, Tokyo, Jepang. Saat ini lagi menempuh Magister Manajemen di Universitas Udayana. Dewi Okinawa juga adalah penerus usaha Pak Oles Group.

Dewi Okinawa bukan tipe orang yang mengedepankan praktik tanpa dilandasi teori. "Ini berdasarkan pengalaman saya mengelola Koran Renon," katanya. Menurut dia, tanpa dasar teori yang kuat dirinya sulit menjabarkan visi dan misi ke manajemen. "Tapi kalau teori saja, itu disebut omong doang," ujarnya.

Selain di Koran Renon, Dewi Okinawa adalah Public Relations Manager di PT Karya Pak Oles Tokcer. Karena itu, dia selalu turun tangan dalam kegiatan-kegiatan branding Pak Oles.

Maka, pada edisi ke 3 ini, Akademi Berbagi Bali dan Dewi Okinawa akan beberkan rahasia branding kepada semua peserta. Kenapa kita penting dengan branding? Agar hidup kita menjadi positif, banyak rejeki dan berkelimpahan. Itu menurut saya. Kalau menurut Dewi Oninawa mungkin lebih berpelangi. Ayo kita datang ya.

source: http://groups.yahoo.com/group/tdabali/message/53

Friday, December 2, 2011

#1 Creative Wri “Think”, Fiksi Lintas Media - Akademi Berbagi Bali

Kelas: #1
Tema: Creative Wri “Think”, Fiksi Lintas Media
Pembicara: Fahd Djibran (http://fahd-isme.blogspot.com/)
Waktu: Bali 8 Desember 2011, Pukul 19.00 WITA s/d selesai
Tempat: Toko Buku Togamas (Musium Sidik Jari). Jl. Hayam Wuruk, Tanjung Bungkak


Creative Wri “Think”, Fiksi Lintas Media – Akademi Berbagi Bali

Akademi Berbagi adalah gerakan sosial yg bertujuan untuk berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman. Kegiatannya berupa kelas-kelas pendek yang diajarkan oleh para ahli dan praktisi ahli di bidangnya masing-masing. Jadi, kelas nya pun berpindah-pindah dan pengajarnya pun berganti-ganti.

Semua kelas Akademi Berbagi untuk umum dan gratis. Saat ini kelas Akber sudah ada di lebih dari 15 kota sejak Juli 2010 dan masih akan terus bertambah. Kali ini Akademi Berbagi Bali (AkberBali) akan memulai kegiatannya dengan kelas perdananya yang akan diselenggarakan di:

Toko Buku Togamas (Musium Sidik Jari) Jl. Hayam Wuruk, Tanjung Bungkak,
Denpasar, Bali 8 Desember 2011, Pukul 19.00 WITA s/d selesai
Tema : Creative Wri “Think”, Fiksi Lintas Media
Pembicara : Fahd Djibran (http://fahd-isme.blogspot.com/)

Profil Pembicara
Fahd Djibran adalah penulis buku “Yang Galau Yang Meracau” (dinominasikan mendapatkan Anugerah Pembaca Indonesia 2011) dan “Hidup Berawal Dari Mimpi” (Bersama Bondan Prakoso & Fade2Black) menjadi bestseller nasional. Sekarang Fahd Djibran sedang menekuni dan terus bereksperimen mengenai fiksi-lintas-media bersama REVOLVERE PROJECT. Akademi Berbagi berangkat Dengan semangat berbagi untuk manfaat dari kita, oleh kita dan untuk kita. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.akademiberbagi.org atau follow @akberbali.

Daftar Peserta di Twitter @akberbali atau SMS ke 082131779077.

Wednesday, November 30, 2011

#0 Berawal - Akademi Berbagi Bali

Beberapa minggu yang lalu, aku diperkenalkan oleh Mbak Tika, seorang teman baru dari Jakarta, namun si dia lebih banyak malang melintang di Malang.

Dari dia, yang bernama Mas Adhi (@a_new_adhi) akhirnya berbicara banyak mengenai Akademi Berbagi. Obrol panjang lebar mengenai visi misi dan aktivitas Akademi Berbagi, akhirnya berujung kepada ajakan untuk meramaikan berbagi itu di Bali.

Aku anggap, ajakan ini adalah bagian dari perjalanan hidupku. Ya sudah, kebetulan kedatangan Mas Adhi ini bertepatan dengan momen komunitasku di Bali Outbound Community dan Bali Blogger Community sedang melakukan rangkaian kegiatan. Mulailah memperkenalkan Mas Adhi ini kepada teman-teman dalam komunitas.

Semoga niatan untuk selalu berbagi ini mendapatkan apresiasi yang positif dari semua kalangan. Amin.
Ayo berbagi, di setiap kesempatan dalam hidup ini.

Berdasar Tulisan Hendra W. Saputro