Saturday, January 25, 2014

Kelas #22 "Memulai Bisnis dengan Modal DOT" w/ @hendrawsaputro at @stikiindonesia

Mari kita mulai kelas perdana Akademi Berbagi tahun 2014 dengan cara berbeda, coba searching keyword 'bali orange' di google. di halaman teratas kalian akan menemukan sebuah website perusahaan penyedia jasa web yang sudah berdiri sejak 25 Agustus 2003. Terus berkembang selama lebih dari 10 tahun tentu tidaklah mudah, dibelakang layar bisnis Bali Orange Communication Indonesia (yang kemudian disingkat BOC Indonesia) ada banyak cerita proses menarik dan orang - orang hebat yang berperan.

"Modal bisnis bukan hanya tentang uang tapi memerlukan DOT." - Hendra W. Saputro

---

Tema kelas kali ini adalah "Memulai Bisnis dengan Modal DOT (Dengkul, Otak dan Tuhan)". Ketika memulai bisnis, seringkali mindset pertama yang terbangun adalah membutuhkan modal awal dan utama yaitu Uang.

Tidak selamanya salah sih, namun ada lho memulai bisnis yang bermodalkan kreatifitas diri sendiri dan bahkan tidak perlu duit sama sekali. Kita telah diberikan oleh Tuhan YME kemampuan bernama 'otak dan dengkul' untuk menjalani hidup ini. Dengan 3 hal (Otak, Dengkul dan Tuhan) ini kemudian menjadi pusat dari diri kita untuk mengeluarkan segala daya kreatifitas membuat solusi hidup, khususnya di bisnis.

---

Perkenalkan guru kelas #22 kali ini, Hendra W. Saputro atau yang akrab dipanggil mas Hendra (Managing Director BOC & salah satu Inisiator Akademi Berbagi Bali yang hingga kini aktif sebagai relawan), passionnya pada bisnis digital & berbagi adalah 2 hal yang tidak bisa dilepas dari sosok Hendra. Di Akber Bali kali ini beliau akan berbagi cerita proses bisnis modal dengkul dan otak yang dilakoninya bersama team, di BOC Indonesia.

Sebuah pembuktian bahwa bisnis itu tidak melulu harus menggunakan modal uang. Justru dari hasil kreatifitas, BOC berhasil membiayai kehidupan team dan menopang operasional perusahaan. Sejak tahun 2003 dan telah mengalami sendiri dan berproses mengawali bisnis dengan modal Dengkul, Otak dan Tuhan YME. Sebetulnya 3 hal modal awal itu bisa diaplikasikan untuk jenis-jenis usaha lainnya. Bagaimana caranya? Ikuti kelas Akber Bali ke #22, secara GRATIS!

yuk sapa & kenali lebih dekat guru ke #22 di:
Twitter: @HendraWSaputro
Web: www.hendra.ws (personal), www.baliorange.net/profil.php (bisnis)

Sunday, November 17, 2013

Kelas #21 “Social Media Movement” w/ @shafiqpontoh at Sasana Budaya Kertalangu (#BaliCommDay13)

Sebelum melangkah ke apa dan bagaimana Social Media Movement, ada baiknya kita bahas kembali apa itu social media atau media sosial. Kalau saat ini mungkin para netizen tau social media itu dalam bentuk aplikasi baik berbasis web maupun mobile seperti Facebook, Twitter, Mindtalk, Instagram dan masih banyak lagi. Dan semua yang disebutkan tadi adalah media sosial di era modern saat ini, sebenarnya dulu pun masyarakat kita sudah menggunakan media sosial sebagai media untuk saling berkomunikasi.

Namun dulu tidak seperti sekarang, setiap percakapan diubah ke dalam bentuk biner sehingga penyebaran informasi menjadi sangat cepat. Dulu, media sosial hanyalah berupa tempat seperti sunyai atau tempat sejenis yang dijadikan tempat untuk berkumpul antar masyarakat di lingkungan tersebut untuk saling berinteraksi atau bertukar informasi.

Sekarang tanpa harus bertatap muka pun, kita bisa dengan mudah saling bersosialisasi dan menyebarkan informasi dalam format apapun. Bahkan dengan kehadiran berbagai aplikasi, informasi yang dulunya hanya berupa teks, kini informasi yang dibagikan jauh lebih kaya format.
Lalu Social Media Movement ?

Social Media Movement merupakan sebuah gerakan untuk perubahan sosial yang dilakukan bersama yang disebar luaskan lewat media sosial, ini bukan soal informasi nya saja yang disebar luaskan. Melainkan termasuk gerakannya. Misalnya dulu gerakan sosial tersebut hanya dilakukan di kota tertentu. Dengan menggunakan media social, inisiatif dari kota lain pun ikut muncul dengan membuat gerakan yang sama dan ikut terhubung dengan gerakan yang sama di kota lain melalui media social. Mungkin seperti itu penjelasan kasarnya. Selain itu masyarakat yang peduli terhadap gerakan tersebut pun bisa ikut berkontribusi dengan ikut turun tangan di gerakan tersebut, baik secara online maupun offline.

Kalau di Indonesia beberapa Social Media Movement yang ada antara lain: Indonesia Berkebun, Akademi Berbagi, Anak Alam, Young On Top, dan masih banyak lagi.

Jadi yuk ikut, Kelas #21 “Social Media Movement” w/ @shafiqpontoh, di Sasana Budaya Kertalangu (@BaliCommDay). 17 November 2013, 10.00 – 11.30 WITA, GRATIS.

Info Event: http://bit.ly/1cyOtfn

Monday, November 11, 2013

Menertawakan kita bareng @pandji di kelas #20

Kelas Akademi Berbagi Bali kali ini diadakan bertepatan dengan Hari Pahlawan, dengan mengangkat topik  ‘Stand Up Comedy’. Selain topik yang sangat menarik, kelas kali ini juga didukung oleh guru yang luar biasa. Beliau Pandji Pragiwaksono. Beliau memang cukup dikenal di Indonesia, walaupun hanya sebagai seorang ‘semi-artis’ Indonesia. :)

Sesi photo bersama kelas #20 Akademi Berbagi Bali
Kelas kali ini, diadakan di Kopi Kultur Bali. Tidak seperti biasanya kelas Akber Bali kali ini diadakan agak lebih pagi dibandingkan dengan kelas-kelas sebelumnya. Rencana kelas dimulai pukul 10:00 WITA. Namun karena ada sedikit hambatan, kelas pun diadakan agak ngaret hingga 15 menit. Walaupun kelas kali ini diadakan di pagi hari akhir pekan, ternyata tidak menyurutkan semangat peserta untuk hadir. Sebelum materi dimulai, seperti biasa akan ada penjelasan mengenai profil Akber Bali dan topik kelas yang akan diangkat. Fahry yang selaku kepala sekolah @akberBali menjelaskan dengan sangat kreatif layaknya seorang comic, hingga kelas pun sempat penuh dengan tawa peserta.

@pandji lagi berdiri pegang mic

Setelah beberapa menit berjalan, ternyata tanpa disadari kelaas ini cukup beda dengan kelas-kelas sebelumnya. Baru pertama kali guru yang membawakan materi tidak dilengkapi dengan slide presentasi. Bahkan salah satu peserta pun sempat menanyakan hal ini, dan @pandji menjawab dengan cukup sederhana. @Pandji menjelaskan bahwa beliau sudah lebih dari 10 tahun menjadi penyiar radio, sehingga terlatih dalam bidang komunikasi maupun public speaking. Selain itu materi Stand Up Comedy juga sebenarnya sering beliau sampaikan di berbagai pertemuan seperti ini.

Beliau mengungkapkan salah satu trik comedy yang sering digunakan oleh berbagai comic di Indonesia adalah dengan cara menertawakan seseorang. @Pandji membaginya menjadi 3 tipe teknik menertawakan seseorang.

Pertama, Menertawakan Orang Lain
Pada teknik ini, comic akan menceritakan kejelekan atau kisah lucu seseorang dan menambahkan sedikit ‘bumbu’ agar penonton ikut tertawa.

Kedua, Menertawakan diri sendiri
Teknik ini memerlukan sedikit kejujuran, kenapa? Karena ‘comic’ yang tampil harus berani menceritakan pengalaman buruknya ke penonton, sehingga penonton ikut menertawakan kisah tersebut.

Terakhir, Mengajak penonton untuk menertawakan diri sendiri
Nah, untuk yang ketiga ini agak susah. Karena si ‘comic’ harus memastikan bahwa kisah lucu yang akan dijadikan bahan tawa, harus benar-benar  dialami dan dipahami oleh peserta. 

Sebenarnya masih banyak trik yang disampaikan oleh @pandji, sekaligus berbagai contoh yang sangat menarik. Tapi karena  berbagai keterbatasan yang mimin miliki, jadi cukup segitu saja review-nya :D . Dan sampai ketemu di kelas akber selanjutnya.

Monday, October 21, 2013

Dari Kelas #19: Belajar Menciptakan Karya


Kelas Akademi Berbagi Bali kali ini menarik karena berlokasi di The Sanur Space (dengan konsep space berbentuk tempat hunian) dan bertepatan dengan Ubud Writer Reader Festival, saat itu Aaman Sulchan (founder TSS) kebetulan hadir langsung dan memberikan voucher gratis berbentuk pembatas buku, untuk peserta Akber Bali menikmati TSS selama 1 hari secara Gratis. Sebuah sambutan hangat dari Aaman Sulchan untuk peserta Akber Bali #19, "kita perlu membuat acara seperti UWRF menjadi accessable dalam kelas - kelas kecil diberbagai tempat, seperti hari ini, terima kasih untuk semua yang telah ambil bagian dalam inisiatif ini."
 

---

Novel sama seperti kado, pastikan ia menarik di bab pertama. Bahkan paragraf & kata pertama. Berusahalah menarik sejak awal." - Bernard Batubara
Selama kelas #19 Akademi Berbagi Bali berlangsung, ini adalah kalimat yang paling saya ingat diucapkan Bernard Batubara atau yang rajin berkicau di akun @benzbara_. Bara adalah salah satu novelist muda Indonesia yang sangat produktif, karya terbarunya menurut saya sangat menarik sejak kata pertama di halaman depan Cinta. (baca: cinta dengan titik), mari kita intip profilnya di goodreads:

...
Bernard Batubara lahir 9 Juli 1989 di Pontianak, Kalimantan Barat; saat ini tinggal di Yogyakarta. Tahun 2012 menamatkan studi Teknik Informatika di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Selama kuliah aktif di lembaga pers mahasiswa. Belajar mengarang puisi, cerpen, dan novel, sejak pertengahan tahun 2007. Puisi dan cerpennya sempat dimuat di majalah seni GONG, harian Kompas, Batam Pos, Koran Tempo, Suara Merdeka, Jurnal Nasional, dan beberapa antologi bersama: “Teka-teki tentang Tubuh dan Kematian” (puisi, Indie Book Corner, 2010), “Pedas Lada Pasir Kuarsa” (puisi, Temu Sastrawan Indonesia II, 2010), “Percakapan Lingua Franca” (puisi, Temu Sastrawan Indonesia III, 2011), "Tuah Tara No Ate" (cerpen, Temu Sastrawan IV, 2011), “Mata” (kumcer, Jurnal Cerpen Indonesia edisi 12, 2012), “Empat Cangkir Kenangan” (puisi, Serba Indie, 2012), "Cerita Hati" (kumcer, Bukune, 2012), dan "Singgah" (kumcer, Gramedia, 2013).

Buku pertamanya, kumpulan puisi “Angsa-angsa Ketapang” (Greentea, 2010). Menulis buku "Radio Galau FM: Frekuensi Patah Hati & Cinta yang Kandas" (WahyuMedia, 2011) dengan pseudonim @RadioGalauFM, novel "Kata Hati" (Bukune, 2012), dan kumpulan cerita "Milana" (Gramedia, 2013). Buku "Radio Galau FM" dan "Kata Hati" telah diangkat ke dalam film layar lebar oleh Rapi Films dengan judul yang sama.

Mengisi sebagai pembicara di festival sastra Makassar International Writers Festival (MIWF) 2013, dan penulis terpilih Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2013. 

Novel terbarunya telah terbit, CINTA. [baca: cinta dengan titik] (Bukune, 2013). Saat ini sedang menyiapkan kumpulan cerpen dan novel yang direncanakan terbit 2014. Cerpennya "Goa Maria" telah diterjemahkan ke bahasa Inggris dalam buku antologi dwibahasa UWRF 2013 "Through Darkness To Light" (Habis Gelap Terbitlah Terang).

...

Selain menjelaskan elemen dasar seuah fiksi, Bara juga mengajak peserta untuk praktek secara langsung menulis Novel, dengan 3 kata kunci (three words games) : Apel, Cermin & Lilin. Dalam waktu 15 menit, 7 karya berhasil dibacakan diakhir waktu dan mendapat koreksi langsung dari Bara. Beberapa yang menjadi catatan kesalahan yang sering dilakukan penulis adalah
  1. Repetisi (pengulangan akan menganggu pembacaan. Usahakan jangan terlalu banyak mengulang kata pada jarak berdekatan.),
  2. Kendati menulis fiksi dan mengejar efek puitis, jangan terbawa pada ketimpangan logika di dalam menulis.
  3. Mungkin akan ada sub plot yang diperlukan memperkuat plot utama. Jngan sampai sub plot mempunyai porsi & efek lebih besar.
Berikut elemen-elemen dasar sebuah fiksi yang disampaikan Bara: Ide, Karakter, Narasi, Plot dan Point of View. 
  • Ide jangan ditunggu, tapi diciptakan atau dicari, bisa dari pengalaman pribadi, orang lain, buku yang dibaca, film yang ditonton.
  • Ciptakan karakter yang manusiawi, walaupun cerita fiksi di dunia ini tidak ada karakter yang 100% sempurna, dan memanusiakan karakter adalah cara membuat hubungan penulis dan pembaca menjadi dekat. Umumnya karakter terbagi jadi tiga, protagonis, antagonis dan supporting. Jangan artikan protagonis sebagai baik & antagonis sebagai jahat. artikan Protagonis adalah karakter yang ingin mencapai tujuan tertentu, sedang Antagonis adalah karakter yang berusaha menghalangi Protagonis mencapai tujuannya.
  • Narasi yang baik tidak dipanjang-panjangkan. Gunakan dialog dengan efektif, jangan mengulang yang ada pada narasi. Dialog juga berfungsi untuk menggambarkan karakter setiap tokoh. Intonasi serta apa yang diucapkan akan berbeda.
  • Pada elemen setting, ada setting global misal Bali & setting local misalnya di kamar. Setting mempengaruhi elemen yg lain. Pada elemen plot, jangan pernah lepaskan hubungan sebab akibat. 
  • Elemen konflik terbagi tiga: man to himself, man to man, dan man to society. 
  • Point of view, terbagi menjadi sudut pandang pertama, ketiga, kedua (misal menggunakan surat). Jangan dicampur aduk. Penggunaan point of view berdasarkan pertimbangan kebutuhan. Bila merasa perlu masuk ke semua kepala, gunakan Point of Veiw orang ketiga.
  • Perencanaan dengan Outline itu adalah 50% dari keberhasilan sebuah Novel. "Writing spontaneusly is okay, but designing is good." How many pages? How many chapter? How many pages in every chapter? - Bara
  • "No deadline, no first draft." Jadi deadline itu sangatlah penting. Berlakukan itu untuk novel, sama seperti tugas kuliah. - Bara
  • "Proses menulis sudah dimulai jauh sebelum berhadapan dengan laptop, melainkan dimulai dalam kepala kita." - Bara
  • "Hal yang penting dimiliki penulis fiksi adalah logika berpikir sebab akibat & kemampuan utk menjahit adegan." - Bara
  •  Untuk mengembangkan cerpen menjadi novel tidak sekadar memanjangkan namun juga melakukan eksplorasi.
  • Langkah menyunting draft pertama: Jangan langsung disunting! Tinggalkan beberapa waktu, baca & akan ditemukan banyak kesalahan.
  • Perlu menentukan genre novel sejak awal, agar tau unsur-unsur apa saja yang harus kita masukan pada naskah kita. Penting mempelajari genre yg biasa diterbitkan sebuah penerbit. Prosesnya sama seperti mncari sponsor. Patuhi format naskah.
  • "Kita bisa menulis apa yg belum pernah kita alami, asal melakukan riset dan mampu membuat pembaca percaya kita mengalami itu." - Bara
     "Tak ada ide adalah kalimat yang tidak masuk akal. Ide bisa ditunggu muncul tiba-tiba, ide jg bisa dipancing." - Bernard Batubara
Dokumentasi Kelas #19: https://drive.google.com/folderview?id=0B_vVMSTOMMOecEM2MlNNS3RhbVk&usp=sharing

Thursday, September 19, 2013

#18 How to be Good MC

Pembawa acara atau pranatacara, atau biasa disebut Master of Ceremony, disingkat MC adalah orang yang bertugas sebagai tuan rumah sekaligus pemimpin acara dalam panggung pertunjukan, hiburan, pernikahan, dan acara-acara sejenis. Pembawa acara membawakan narasi atau informasi dalam suatu acara atau kegiatan, ataupun dalam acara televisi, radio dan film. Pembawa acara biasanya membaca naskah yang telah disiapkan sebelumnya, tapi sering juga mereka harus memberikan komentar atau informasi tanpa naskah. (wikipedia)

Selain aktor / aktris favorit, kita pasti juga punya pembawa acara (Master of Ceremony) favorit, ntah dari gesture tubuhnya yang unik, wibawa atau gaya bahasa yang digunakan. Begitu strategisnya peran MC dalam sebuah event atau program membuat pekerja professional dibidang ini sangat dicari, karena bisa dibilang alur acara sejak awal hingga akhir akan menjadi tanggungjawabnya.
Untuk menjadi penampil yang baik tentunya diperlukan latihan dan 'jam terbang'. Mereka yang sekarang menjadi pranatacara di panggung besar, dulunya pasti memulai belajar dari panggung - panggung kecil. Misalnya bisa mulai belajar menjadi MC di kegiatan kampus atau kantor kalian. Ada banyak hal yang perlu dilakukan untuk menjadi penampil yang baik, diantaranya: pengetahuan penuh tentang acara, belajar berinteraksi aktif dengan penonton, sampai mencoba membuat jokes menarik untuk selingan.

Perkenalkan guru kelas #18 yang berbaik hati berbagi pengetahuan & pengalamannya tentang "How to be a Good Master of Ceremony", Namanya Santy Sastra, beliau adalah penyiar senior, pemilik radio Duta FM, yayasan santy sastra & santy sastra production. Santy Sastra kerap mengadakan pelatihan tentang public speaking yang merupakan dasar dari kemampuan menjadi MC. Kali ini Santy Sastra akan berbagi ilmu itu kepada murid akademi berbagi bali #18 secara GRATIS!
Kelas #18 "How to be a Good MC" w/ @santisastra dari @ssp_radiostream. Kamis, 19/09 18WITA di Jl. GatSu VI/27 Denpasar. (clue lokasi: masuk lewat jalan RS Bunda, dikiri jalan ada penunjuk jalan Santi Sastra)

Mari mengenal lebih dekat Santy Sastra:
Santy Sastra Production: http://santysastraproduction.com/

Monday, July 1, 2013

#17 "Kreatif atau Mati"


Jadi, apa itu kreatif?

Menurut kamus besar bahasa google, Kreatif = Daya Cipta, kemampuan memunculkan gagasan / konsep baru, atau kemampuan menghubungkan antara gagasan dan konsep yang sudah ada (alias modifikasi konsep lama).

Karena kreatif itu bukan bawaan lahir atau titisan untuk beberapa orang saja, Akademi Berbagi Bali ingin Memperkenalkan Guru Kelas ke - #17 yang suka Lirak Lirik, Mudah Terangsang dan Tidak Pernah Puas!. 3 'formula' yang Hengki Setiawan sering ucapkan dalam setiap kesempatan. Creativity Booster & Marketing Consultant Creathinx Australia ini akan berbagi detail formulanya kepada kalian secara GRATIS!
 
Penulis buku "Inspirito: Cara Indah Merangsang Kreatifitas" yang mendapat testimoni positif dari Owner Joger, Butet Kartaredjasa, Trisha Henderson, dll ini adalah arek suroboyo yang begitu mengagumi Bali yang menurutnya memang tidak ada habisnya. "...Dan bisa dikatakan, selain Pulau Dewata, Bali itu Pulau Kreatif. Selalu saja ada hal baru." Hengki memiliki pengalaman speakers & trainer on marketing, branding, ads, kolumnis dan kontributor kreatif di beberapa media nasional.

Jadi, apa itu kreatif? dan mengapa menjadi tidak kreatif itu berbahaya? Cari tahu dan jangan sok tahu untuk jadi lebih tahu dengan hadir di Kelas#17 "Kreatif Atau Mati!" w/ Hengki Setiawan. Monday, 15/7 19pm.

Mari kenali Hengki Setiawan lebih dekat via
Blog: http://hengki-setiawan.blogspot.com/
Twitter: @hengkisetiawan
Linked-In: http://au.linkedin.com/pub/hengki-setiawan/3a/86a/209
Google it: Hengki Setiawan

Presentasi: Intrik dan Pengalaman


Kelas ke-16 Akber Bali dimulai sekitar 20menit dari yang dijadwalkan pukul 17:00 wita. Bertempat di Kedai Kopi Kultur, Jl. Sunset Road 112X dengan mengambil tema "Public Speaking", kelas-16 kali ini menjadi spesial. Kenapa? Gurunya Bali, tulen. Namanya I Made Andi Arsana. 

"Nama saya jika disebut dalam bahasa Inggris, sering membuat orang mengerutkan dahi," jelasnya memulai membuka kelas. "Make-Made," candanya membuat para peserta tersenyum simpul. 

Pemiliki akun @madeandi yang sedang melakukan perjalanan ke Sydney, menyempatkan diri untuk berbagi bersama Akberians di Bali. Tercatat sebagai seorang dosen di UGM, dikenal sebagai penulis, dan seorang ahli Batas Maritim. 

"Saya tidak belajar khusus tentang Public Speaking, tapi saya mengalami," imbuhnya. Pengalamannya berbicara di forum-forum internasional membuat Ia, belajar secara langsung bagaimana berbicara di depan publik yang menarik.

"Tampilah sebaik mungkin. Dan jika merasa grogi ketika akan persentasi itu wajar," jelas I Made Andi Arsana. Peserta menyimak serius, ruangan hening. Dan Bli Made terbukti pandai mengolah suasana. "Selama di pesawat saya berlatih untuk bicara di depan anda. Apa yang saya bicarakan sekarang, sudah saya plot di kepala saya. Saya berlatih," paparnya dengan ekspresi yang menggambarkan bagaimana ia berlatih. 

"I'm not perfect but I'm trying my best." #
Larry King