|
Teknologi informasi mengubah hidup manusia. Dengan teknologi informasi, manusia kini semakin mudah berinteraksi, berbagi informasi, bekerja, dan seterusnya. Teknologi informasi, termasuk di dalamnya internet, membuat jarak dan waktu kian termampatkan.
Telepon seluler (ponsel) merupakan salah satu faktor penting dalam perubahan tersebut. Dengan ponsel pintar (smartphone),siapa saja bisa dengan mudah mengakses internet serta menjadi bagian dari warga dunia maya atau netizen. Sebagai netizen, sebenarnya setiap orang memiliki peluang yang sama untuk bisa terhubung dan terlibat dalam dunia maya. Ponsel pintar ini, misalnya BlackBerry, Android, iPhone, dan lain-lain.
Namun, secara umum, perkembangan teknologi informasi juga menyediakan sejumlah tantangan. Salah satunya adalah masih kurangnya kapasitas warga dalam menggunakan ponsel pintar. Dalam bahasa sederhana, warga atau konsumen di Indonesia masih lebih mudah membeli ponsel pintar namun belum tentu bisa memakai dengan baik.
Padahal, dari sudut pandang kebebasan informasi, teknologi informasi dan kemudahan menggunakan ponsel pintar bisa memberikan peluang besar bagi warga untuk terlibat dalam memproduksi informasi. Dengan ponsel pintar di genggaman tangan, warga kini bisa merekam dan menyebarkan berbagi bentuk informasi seperti teks, foto, maupun video melalui dunia maya. Warga adalah kunci utama dalam jurnalisme warga.
Untuk itulah, Sloka Institute, lembaga pengembangan media, jurnalisme, dan informasiyang selama ini mengelola dan mengampanyekan jurnalisme warga di Bali melaksanakan program UU Project. Program ini mengampanyekan dan memberikan pelatihan bagi warga dalam menggunakan ponsel untuk memproduksi informasi.
Tentang Guru
|
Tuesday, May 6, 2014
Kelas #AkberBali25 From Gadget To Journalism Bersama @agungparames dari Sloka Institute
Wednesday, April 23, 2014
Kelas 24 'SocMed Your Startup' : How to Boost Your Startup With Social Media [Info]
Pertumbahan startup di Indonesia meningkat pesat dari tahun ke tahun, menurut laporan Deloitte pada Desember 2011 disebutkan bahwa penetrasi Internet Indonesia meningkat 9% & 2x lipat ditahun berikutnya. Tentunya perkembangan Internet ini menjadi salah satu pendorong perkembangan bisnis digital di Indonesia. Lewat keberadaan & pengelolaan social media yang baik, setiap startup memiliki media publikasi professional & kesempatan untuk menjangkau lebih luas & banyak target market.
Nulisbuku.com adalah salah satu startup dengan kategori selfpublishing online yang berkembang lewat pemanfaatan & interaksinya dengan pembaca di social media.
TENTANG GURU
Aulia Halimatussadiah (Miss Ollie / @salsabeela) adalah penulis dari 25 buku dan tecnopreneur, ia adalah co-founder Online Bookstore @KutukutuBuku & First Online Self Publishing di Indonesia yang bernama @NulisBuku. Ketertarikannya pada tecnopreneur diwujudkan dengan menginisiasi beberapa komunitas startup seperti #StartupLokal & Girls in Tech Indonesia. Selengkapnya http://www.salsabeela.com/about/
TENTANG TEMPAT
Hubud [hub-in-ubud] @hubudbali adalah ruang kolaboratif (co-working space) untuk bekerja, berkolaborasi & menjalin kerjasama dengan beragam komunitas kreatif lokal. Berlokasi di Jl. Raya Monkey Forest Ubud. Selengkapnya hubud.org
"SocMed Your StartUp" w/ @salsabeela | 27/4 9.30WITA at @HubudBali pic.twitter.com/04B9f7Okg1. Daftar bit.ly/akberbali GRATIS!
Sunday, March 23, 2014
Kelas #23 "English for Lifelong Learning" w/ @NenoNeno at @InLine_House
Saat ini ada 400 juta orang yg menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu, sementara 700 juta lainnya menggunakannya sebagai bahasa asing. Bisa dikatakan ada lebih banyak penutur bahasa Inggris non-native yg ada di dunia dan ini juga yang membuat bahasa Inggris ditasbihkan sebagai 'lingua franca' (bahasa komunikasi bagi orang-orang dengan bahasa ibu yg berbeda) dunia.
Posisinya sebagai lingua franca telah membuatnya menjadi bahasa resmi di berbagai bidang, seperti pemerintahan, pendidikan, media, teknologi, hiburan, dsb. Tak seorang pun memungkiri pentingnya menguasai bahasa Inggris. Bahasa Inggris tidak hanya menjadi keharusan yang ingin mengeyam pendidikan di luar negeri, namun juga dapat melambungkan karir seseorang.
Namun apakah manfaat bahasa Inggris hanya berhenti di situ? Dalam konteks Indonesia sebagai bangsa yg sedang "berkembang", bahasa Inggris dapat menjadi jembatan penting dalam transfer pengetahuan, ilmu, dan ketrampilan demi kemajuan bangsa di berbagai bidang. Apapun pekerjaan dan tujuan hidupmu, jadikan bahasa Inggris "kendaraan" untuk membantumu mencapai tujuan.
Dalam kelas ini @NenoNeno akan berbagi tentang apa itu bahasa Inggris, manfaat bahasa Inggris untuk pembelajaran seumur hidup (lifelong learning), aspek-aspek tentang bahasa Inggris yang wajib dikuasai, cara belajar bahasa Inggris yg baik dan benar, beberapa mitos tentang bahasa Inggris yg perlu diluruskan, dan hal-hal yang lain yg tak kalah penting dan menarik.
Guru yang bersedia berbagi kali ini adalah Retno Sofyaniek atau yang akrab disapa Ms Neno (@NenoNeno), Retno adalah Founder dari @ActiveEnglish_ & @EnglishTips4U (English Tips for You) sebuah portal belajar berbasis web & sosial media twitter yang membantu anggotanya (followers, subscriber. red) belajar bahasa Inggris dengan lebih baik, cepat dan tentunya gratis.
Yuk ikutan Kelas #23 "English for Lifelong Learning" w/ @NenoNeno at @InLine_House, GRATIS!
Kenali & Sapa Retno Sofyaniek lebih dekat via:
Linked-In: http://www.linkedin.com/in/retnosofyaniek
Personal Blog: retnosofyaniek.wordpress.com
Twitter: @NenoNeno
Saturday, January 25, 2014
Kelas #22 "Memulai Bisnis dengan Modal DOT" w/ @hendrawsaputro at @stikiindonesia
Mari kita mulai kelas perdana Akademi Berbagi tahun 2014 dengan cara berbeda, coba searching keyword 'bali orange' di google. di halaman teratas kalian akan menemukan sebuah website perusahaan penyedia jasa web yang sudah berdiri sejak 25 Agustus 2003. Terus berkembang selama lebih dari 10 tahun tentu tidaklah mudah, dibelakang layar bisnis Bali Orange Communication Indonesia (yang kemudian disingkat BOC Indonesia) ada banyak cerita proses menarik dan orang - orang hebat yang berperan.
"Modal bisnis bukan hanya tentang uang tapi memerlukan DOT." - Hendra W. Saputro
---
Tema kelas kali ini adalah "Memulai Bisnis dengan Modal DOT (Dengkul, Otak dan Tuhan)". Ketika memulai bisnis, seringkali mindset pertama yang terbangun adalah membutuhkan modal awal dan utama yaitu Uang.
Tidak selamanya salah sih, namun ada lho memulai bisnis yang bermodalkan kreatifitas diri sendiri dan bahkan tidak perlu duit sama sekali. Kita telah diberikan oleh Tuhan YME kemampuan bernama 'otak dan dengkul' untuk menjalani hidup ini. Dengan 3 hal (Otak, Dengkul dan Tuhan) ini kemudian menjadi pusat dari diri kita untuk mengeluarkan segala daya kreatifitas membuat solusi hidup, khususnya di bisnis.
---
Perkenalkan guru kelas #22 kali ini, Hendra W. Saputro atau yang akrab dipanggil mas Hendra (Managing Director BOC & salah satu Inisiator Akademi Berbagi Bali yang hingga kini aktif sebagai relawan), passionnya pada bisnis digital & berbagi adalah 2 hal yang tidak bisa dilepas dari sosok Hendra. Di Akber Bali kali ini beliau akan berbagi cerita proses bisnis modal dengkul dan otak yang dilakoninya bersama team, di BOC Indonesia.
Sebuah pembuktian bahwa bisnis itu tidak melulu harus menggunakan modal uang. Justru dari hasil kreatifitas, BOC berhasil membiayai kehidupan team dan menopang operasional perusahaan. Sejak tahun 2003 dan telah mengalami sendiri dan berproses mengawali bisnis dengan modal Dengkul, Otak dan Tuhan YME. Sebetulnya 3 hal modal awal itu bisa diaplikasikan untuk jenis-jenis usaha lainnya. Bagaimana caranya? Ikuti kelas Akber Bali ke #22, secara GRATIS!
yuk sapa & kenali lebih dekat guru ke #22 di:
Linked-In: www.linkedin.com/in/hendraws
Twitter: @HendraWSaputro
Web: www.hendra.ws (personal), www.baliorange.net/profil.php (bisnis)
Sunday, November 17, 2013
Kelas #21 “Social Media Movement” w/ @shafiqpontoh at Sasana Budaya Kertalangu (#BaliCommDay13)
Sebelum melangkah ke apa dan bagaimana Social Media Movement, ada baiknya kita bahas kembali apa itu social media atau media sosial. Kalau saat ini mungkin para netizen tau social media itu dalam bentuk aplikasi baik berbasis web maupun mobile seperti Facebook, Twitter, Mindtalk, Instagram dan masih banyak lagi. Dan semua yang disebutkan tadi adalah media sosial di era modern saat ini, sebenarnya dulu pun masyarakat kita sudah menggunakan media sosial sebagai media untuk saling berkomunikasi.
Namun dulu tidak seperti sekarang, setiap percakapan diubah ke dalam bentuk biner sehingga penyebaran informasi menjadi sangat cepat. Dulu, media sosial hanyalah berupa tempat seperti sunyai atau tempat sejenis yang dijadikan tempat untuk berkumpul antar masyarakat di lingkungan tersebut untuk saling berinteraksi atau bertukar informasi.
Sekarang tanpa harus bertatap muka pun, kita bisa dengan mudah saling bersosialisasi dan menyebarkan informasi dalam format apapun. Bahkan dengan kehadiran berbagai aplikasi, informasi yang dulunya hanya berupa teks, kini informasi yang dibagikan jauh lebih kaya format.
Lalu Social Media Movement ?
Social Media Movement merupakan sebuah gerakan untuk perubahan sosial yang dilakukan bersama yang disebar luaskan lewat media sosial, ini bukan soal informasi nya saja yang disebar luaskan. Melainkan termasuk gerakannya. Misalnya dulu gerakan sosial tersebut hanya dilakukan di kota tertentu. Dengan menggunakan media social, inisiatif dari kota lain pun ikut muncul dengan membuat gerakan yang sama dan ikut terhubung dengan gerakan yang sama di kota lain melalui media social. Mungkin seperti itu penjelasan kasarnya. Selain itu masyarakat yang peduli terhadap gerakan tersebut pun bisa ikut berkontribusi dengan ikut turun tangan di gerakan tersebut, baik secara online maupun offline.
Kalau di Indonesia beberapa Social Media Movement yang ada antara lain: Indonesia Berkebun, Akademi Berbagi, Anak Alam, Young On Top, dan masih banyak lagi.
Jadi yuk ikut, Kelas #21 “Social Media Movement” w/ @shafiqpontoh, di Sasana Budaya Kertalangu (@BaliCommDay). 17 November 2013, 10.00 – 11.30 WITA, GRATIS.
Info Event: http://bit.ly/1cyOtfn
Namun dulu tidak seperti sekarang, setiap percakapan diubah ke dalam bentuk biner sehingga penyebaran informasi menjadi sangat cepat. Dulu, media sosial hanyalah berupa tempat seperti sunyai atau tempat sejenis yang dijadikan tempat untuk berkumpul antar masyarakat di lingkungan tersebut untuk saling berinteraksi atau bertukar informasi.
Sekarang tanpa harus bertatap muka pun, kita bisa dengan mudah saling bersosialisasi dan menyebarkan informasi dalam format apapun. Bahkan dengan kehadiran berbagai aplikasi, informasi yang dulunya hanya berupa teks, kini informasi yang dibagikan jauh lebih kaya format.
Lalu Social Media Movement ?
Social Media Movement merupakan sebuah gerakan untuk perubahan sosial yang dilakukan bersama yang disebar luaskan lewat media sosial, ini bukan soal informasi nya saja yang disebar luaskan. Melainkan termasuk gerakannya. Misalnya dulu gerakan sosial tersebut hanya dilakukan di kota tertentu. Dengan menggunakan media social, inisiatif dari kota lain pun ikut muncul dengan membuat gerakan yang sama dan ikut terhubung dengan gerakan yang sama di kota lain melalui media social. Mungkin seperti itu penjelasan kasarnya. Selain itu masyarakat yang peduli terhadap gerakan tersebut pun bisa ikut berkontribusi dengan ikut turun tangan di gerakan tersebut, baik secara online maupun offline.
Kalau di Indonesia beberapa Social Media Movement yang ada antara lain: Indonesia Berkebun, Akademi Berbagi, Anak Alam, Young On Top, dan masih banyak lagi.
Jadi yuk ikut, Kelas #21 “Social Media Movement” w/ @shafiqpontoh, di Sasana Budaya Kertalangu (@BaliCommDay). 17 November 2013, 10.00 – 11.30 WITA, GRATIS.
Info Event: http://bit.ly/1cyOtfn
Monday, November 11, 2013
Menertawakan kita bareng @pandji di kelas #20
Kelas Akademi Berbagi Bali kali ini diadakan
bertepatan dengan Hari Pahlawan, dengan mengangkat topik ‘Stand Up Comedy’. Selain topik yang sangat
menarik, kelas kali ini juga didukung oleh guru yang luar biasa. Beliau Pandji
Pragiwaksono. Beliau memang cukup dikenal di Indonesia, walaupun hanya sebagai
seorang ‘semi-artis’ Indonesia. :)
| Sesi photo bersama kelas #20 Akademi Berbagi Bali |
Kelas kali ini, diadakan di Kopi
Kultur Bali. Tidak seperti biasanya kelas Akber Bali kali ini diadakan agak
lebih pagi dibandingkan dengan kelas-kelas sebelumnya. Rencana kelas dimulai
pukul 10:00 WITA. Namun karena ada sedikit hambatan, kelas pun diadakan agak ngaret hingga 15 menit. Walaupun kelas
kali ini diadakan di pagi hari akhir pekan, ternyata tidak menyurutkan semangat
peserta untuk hadir. Sebelum materi dimulai, seperti biasa akan ada penjelasan mengenai
profil Akber Bali dan topik kelas yang akan diangkat. Fahry yang selaku kepala
sekolah @akberBali menjelaskan dengan sangat kreatif layaknya seorang comic, hingga
kelas pun sempat penuh dengan tawa peserta.
Setelah beberapa menit berjalan,
ternyata tanpa disadari kelaas ini cukup beda dengan kelas-kelas sebelumnya.
Baru pertama kali guru yang membawakan materi tidak dilengkapi dengan slide
presentasi. Bahkan salah satu peserta pun sempat menanyakan hal ini, dan
@pandji menjawab dengan cukup sederhana. @Pandji menjelaskan bahwa beliau sudah
lebih dari 10 tahun menjadi penyiar radio, sehingga terlatih dalam bidang
komunikasi maupun public speaking.
Selain itu materi Stand Up Comedy juga sebenarnya sering beliau sampaikan di
berbagai pertemuan seperti ini.
Beliau mengungkapkan salah satu
trik comedy yang sering digunakan oleh berbagai comic di Indonesia adalah
dengan cara menertawakan seseorang. @Pandji membaginya menjadi 3 tipe teknik
menertawakan seseorang.
Pertama, Menertawakan Orang Lain
Pada teknik ini, comic akan
menceritakan kejelekan atau kisah lucu seseorang dan menambahkan sedikit
‘bumbu’ agar penonton ikut tertawa.
Kedua, Menertawakan diri sendiri
Teknik ini memerlukan sedikit
kejujuran, kenapa? Karena ‘comic’ yang tampil harus berani menceritakan
pengalaman buruknya ke penonton, sehingga penonton ikut menertawakan kisah
tersebut.
Terakhir, Mengajak penonton untuk menertawakan diri sendiri
Nah, untuk yang ketiga ini agak
susah. Karena si ‘comic’ harus memastikan bahwa kisah lucu yang akan dijadikan bahan
tawa, harus benar-benar dialami dan
dipahami oleh peserta.
Sebenarnya masih banyak trik yang
disampaikan oleh @pandji, sekaligus berbagai contoh yang sangat menarik. Tapi
karena berbagai keterbatasan yang mimin
miliki, jadi cukup segitu saja review-nya :D . Dan sampai ketemu di kelas akber
selanjutnya.
Monday, October 21, 2013
Dari Kelas #19: Belajar Menciptakan Karya
Kelas Akademi Berbagi Bali kali ini menarik karena berlokasi di The Sanur Space (dengan konsep space berbentuk tempat hunian) dan bertepatan dengan Ubud Writer Reader Festival, saat itu Aaman Sulchan (founder TSS) kebetulan hadir langsung dan memberikan voucher gratis berbentuk pembatas buku, untuk peserta Akber Bali menikmati TSS selama 1 hari secara Gratis. Sebuah sambutan hangat dari Aaman Sulchan untuk peserta Akber Bali #19, "kita perlu membuat acara seperti UWRF menjadi accessable dalam kelas - kelas kecil diberbagai tempat, seperti hari ini, terima kasih untuk semua yang telah ambil bagian dalam inisiatif ini."
---
Novel sama seperti kado, pastikan ia menarik di bab pertama. Bahkan paragraf & kata pertama. Berusahalah menarik sejak awal." - Bernard Batubara
Selama kelas #19 Akademi Berbagi Bali berlangsung, ini adalah kalimat yang paling saya ingat diucapkan Bernard Batubara atau yang rajin berkicau di akun @benzbara_. Bara adalah salah satu novelist muda Indonesia yang sangat produktif, karya terbarunya menurut saya sangat menarik sejak kata pertama di halaman depan Cinta. (baca: cinta dengan titik), mari kita intip profilnya di goodreads:
...
Bernard Batubara lahir 9 Juli 1989 di Pontianak, Kalimantan Barat; saat ini tinggal di Yogyakarta. Tahun 2012 menamatkan studi Teknik Informatika di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Selama kuliah aktif di lembaga pers mahasiswa. Belajar mengarang puisi, cerpen, dan novel, sejak pertengahan tahun 2007. Puisi dan cerpennya sempat dimuat di majalah seni GONG, harian Kompas, Batam Pos, Koran Tempo, Suara Merdeka, Jurnal Nasional, dan beberapa antologi bersama: “Teka-teki tentang Tubuh dan Kematian” (puisi, Indie Book Corner, 2010), “Pedas Lada Pasir Kuarsa” (puisi, Temu Sastrawan Indonesia II, 2010), “Percakapan Lingua Franca” (puisi, Temu Sastrawan Indonesia III, 2011), "Tuah Tara No Ate" (cerpen, Temu Sastrawan IV, 2011), “Mata” (kumcer, Jurnal Cerpen Indonesia edisi 12, 2012), “Empat Cangkir Kenangan” (puisi, Serba Indie, 2012), "Cerita Hati" (kumcer, Bukune, 2012), dan "Singgah" (kumcer, Gramedia, 2013).
Buku pertamanya, kumpulan puisi “Angsa-angsa Ketapang” (Greentea, 2010). Menulis buku "Radio Galau FM: Frekuensi Patah Hati & Cinta yang Kandas" (WahyuMedia, 2011) dengan pseudonim @RadioGalauFM, novel "Kata Hati" (Bukune, 2012), dan kumpulan cerita "Milana" (Gramedia, 2013). Buku "Radio Galau FM" dan "Kata Hati" telah diangkat ke dalam film layar lebar oleh Rapi Films dengan judul yang sama.
Mengisi sebagai pembicara di festival sastra Makassar International Writers Festival (MIWF) 2013, dan penulis terpilih Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2013.
Novel terbarunya telah terbit, CINTA. [baca: cinta dengan titik] (Bukune, 2013). Saat ini sedang menyiapkan kumpulan cerpen dan novel yang direncanakan terbit 2014. Cerpennya "Goa Maria" telah diterjemahkan ke bahasa Inggris dalam buku antologi dwibahasa UWRF 2013 "Through Darkness To Light" (Habis Gelap Terbitlah Terang).
...
Buku pertamanya, kumpulan puisi “Angsa-angsa Ketapang” (Greentea, 2010). Menulis buku "Radio Galau FM: Frekuensi Patah Hati & Cinta yang Kandas" (WahyuMedia, 2011) dengan pseudonim @RadioGalauFM, novel "Kata Hati" (Bukune, 2012), dan kumpulan cerita "Milana" (Gramedia, 2013). Buku "Radio Galau FM" dan "Kata Hati" telah diangkat ke dalam film layar lebar oleh Rapi Films dengan judul yang sama.
Mengisi sebagai pembicara di festival sastra Makassar International Writers Festival (MIWF) 2013, dan penulis terpilih Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2013.
Novel terbarunya telah terbit, CINTA. [baca: cinta dengan titik] (Bukune, 2013). Saat ini sedang menyiapkan kumpulan cerpen dan novel yang direncanakan terbit 2014. Cerpennya "Goa Maria" telah diterjemahkan ke bahasa Inggris dalam buku antologi dwibahasa UWRF 2013 "Through Darkness To Light" (Habis Gelap Terbitlah Terang).
...
Selain menjelaskan elemen dasar seuah fiksi, Bara juga mengajak peserta untuk praktek secara langsung menulis Novel, dengan 3 kata kunci (three words games) : Apel, Cermin & Lilin. Dalam waktu 15 menit, 7 karya berhasil dibacakan diakhir waktu dan mendapat koreksi langsung dari Bara. Beberapa yang menjadi catatan kesalahan yang sering dilakukan penulis adalah
- Repetisi (pengulangan akan menganggu pembacaan. Usahakan jangan terlalu banyak mengulang kata pada jarak berdekatan.),
- Kendati menulis fiksi dan mengejar efek puitis, jangan terbawa pada ketimpangan logika di dalam menulis.
- Mungkin akan ada sub plot yang diperlukan memperkuat plot utama. Jngan sampai sub plot mempunyai porsi & efek lebih besar.
Berikut elemen-elemen dasar sebuah fiksi yang disampaikan Bara: Ide, Karakter, Narasi, Plot dan Point of View.
- Ide jangan ditunggu, tapi diciptakan atau dicari, bisa dari pengalaman pribadi, orang lain, buku yang dibaca, film yang ditonton.
- Ciptakan karakter yang manusiawi, walaupun cerita fiksi di dunia ini tidak ada karakter yang 100% sempurna, dan memanusiakan karakter adalah cara membuat hubungan penulis dan pembaca menjadi dekat. Umumnya karakter terbagi jadi tiga, protagonis, antagonis dan supporting. Jangan artikan protagonis sebagai baik & antagonis sebagai jahat. artikan Protagonis adalah karakter yang ingin mencapai tujuan tertentu, sedang Antagonis adalah karakter yang berusaha menghalangi Protagonis mencapai tujuannya.
- Narasi yang baik tidak dipanjang-panjangkan. Gunakan dialog dengan efektif, jangan mengulang yang ada pada narasi. Dialog juga berfungsi untuk menggambarkan karakter setiap tokoh. Intonasi serta apa yang diucapkan akan berbeda.
- Pada elemen setting, ada setting global misal Bali & setting local misalnya di kamar. Setting mempengaruhi elemen yg lain. Pada elemen plot, jangan pernah lepaskan hubungan sebab akibat.
- Elemen konflik terbagi tiga: man to himself, man to man, dan man to society.
- Point of view, terbagi menjadi sudut pandang pertama, ketiga, kedua (misal menggunakan surat). Jangan dicampur aduk. Penggunaan point of view berdasarkan pertimbangan kebutuhan. Bila merasa perlu masuk ke semua kepala, gunakan Point of Veiw orang ketiga.
- Perencanaan dengan Outline itu adalah 50% dari keberhasilan sebuah Novel. "Writing spontaneusly is okay, but designing is good." How many pages? How many chapter? How many pages in every chapter? - Bara
- "No deadline, no first draft." Jadi deadline itu sangatlah penting. Berlakukan itu untuk novel, sama seperti tugas kuliah. - Bara
- "Proses menulis sudah dimulai jauh sebelum berhadapan dengan laptop, melainkan dimulai dalam kepala kita." - Bara
- "Hal yang penting dimiliki penulis fiksi adalah logika berpikir sebab akibat & kemampuan utk menjahit adegan." - Bara
- Untuk mengembangkan cerpen menjadi novel tidak sekadar memanjangkan namun juga melakukan eksplorasi.
- Langkah menyunting draft pertama: Jangan langsung disunting! Tinggalkan beberapa waktu, baca & akan ditemukan banyak kesalahan.
- Perlu menentukan genre novel sejak awal, agar tau unsur-unsur apa saja yang harus kita masukan pada naskah kita. Penting mempelajari genre yg biasa diterbitkan sebuah penerbit. Prosesnya sama seperti mncari sponsor. Patuhi format naskah.
- "Kita bisa menulis apa yg belum pernah kita alami, asal melakukan riset dan mampu membuat pembaca percaya kita mengalami itu." - Bara
- "Tak ada ide adalah kalimat yang tidak masuk akal. Ide bisa ditunggu muncul tiba-tiba, ide jg bisa dipancing." - Bernard Batubara
Categories:
#Kelas#19,
Bernard Batubara,
Novel,
Novelist
Subscribe to:
Posts (Atom)




